KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Nuansa musik lawas kembali menggema di Kediri lewat kehadiran Orkes Dangdut Gaya Jadul (ODGJ) Sinar Djaya. Grup musik yang berbasis di Desa Ringinsari, Kecamatan Kandat ini sukses mencuri perhatian publik dengan konsep unik yang menghidupkan kembali atmosfer era 1970 hingga 1980-an.
Mengusung gaya klasik, ODGJ Sinar Djaya tak sekadar menghadirkan lagu-lagu lama karya musisi legendaris Indonesia, tetapi juga mengemas penampilan secara total. Mulai dari kostum, alat musik, hingga tata panggung dan aksesori bernuansa tempo dulu, semuanya dirancang untuk membawa penonton bernostalgia ke masa lalu.
Koordinator Komunitas Jadul Kediri, Sakti Wicaksono Sulistio, mengungkapkan bahwa jadwal manggung grup ini tergolong padat. Tak hanya tampil di Kediri Raya, mereka juga kerap diundang ke berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar provinsi.
Baca juga : Sebanyak 98 Siswa MAN 2 Kota Kediri Lolos SNBP dan PTKIN, Satu Tembus Kampus Luar Negeri
“Setiap kali pentas, penonton selalu membludak. Mereka menikmati lagu-lagu jadul yang kami bawakan, bahkan ikut berjoget mengenang masa muda,” ujarnya.
ODGJ Sinar Djaya diperkuat sekitar 20 personel musisi, sementara komunitas pendukungnya mencapai ratusan anggota. Selain membawakan lagu-lagu lawas, grup ini juga mulai menciptakan karya sendiri yang tetap mempertahankan nuansa klasik.
Menurut Sakti, kekuatan utama ODGJ Sinar Djaya terletak pada konsep pertunjukan yang detail dan konsisten. Bahkan, properti seperti radio jadul hingga gaya busana khas era lampau turut dihadirkan demi memperkuat suasana.
Menariknya, tak hanya kalangan usia senior yang menikmati pertunjukan ini. Generasi muda pun mulai tertarik dengan konsep unik yang ditawarkan.
“Anak-anak muda sekarang juga banyak yang suka karena tampilannya beda, unik, dan punya ciri khas,” tambahnya.
Baca juga : Pemkab Kediri Sediakan Antar-Jemput Gratis JCH ke Bandara Juanda, Dilengkapi Sambal Pecel sebagai Bekal
Dengan konsep yang terus dipertahankan dan dikembangkan, ODGJ Sinar Djaya optimistis dapat terus eksis di tengah arus musik modern, sekaligus menjadi penghubung lintas generasi dalam menikmati warisan musik dangdut klasik.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





