Kediri, LINGKARWILIS.COM – Musim kemarau panjang meningkatkan kewaspadaan petani terhadap serangan hama yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, para petani melakukan gerakan pengendalian (gerdal) secara berkelompok guna menekan perkembangan hama wereng di area persawahan.
Serangan wereng, terutama wereng cokelat, dapat merusak tanaman padi hingga menyebabkan daun menguning. Karena itu, petani mengoptimalkan penyemprotan secara berkala agar tanaman tetap tumbuh dengan baik.
Suripto (45), petani asal Kecamatan Ringinrejo, mengatakan bahwa perawatan tanaman padi selama musim kemarau harus dilakukan lebih intensif untuk mencegah serangan wereng.
Penyemprotan dilakukan secara bersama-sama pada pagi hari, mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Waktu tersebut dipilih karena wereng kerap terlihat bergerombol di daun padi sehingga lebih mudah dikendalikan.
Baca juga : LPBI NU Kabupaten Kediri Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Puncu dan Margomulyo
“Jam-jam seperti itu, hama wereng bergerombol di daun padi dan harus dibasmi dengan penyemprotan berulang. Hama wereng penggerek batang padi di musim kemarau lebih cepat berkembang karena pengaruh angin kemarau. Adanya bunga refugia di pematang atau pinggir sawah bisa mengurangi munculnya wereng karena wereng atau hama lain bisa menempel di refugia,” katanya.
Ayah dua anak tersebut menambahkan, penyemprotan juga dapat dilakukan pada sore hari, sekitar pukul 16.30 hingga 17.30 WIB. Pengendalian secara intensif dan tepat waktu diperlukan agar pertumbuhan tanaman padi tetap sesuai dengan usianya dan hasil panen dapat memenuhi harapan petani.
“Jika tidak segera dibasmi, hama wereng akan terus menyerang. Kita optimalkan gerdal untuk mencegah wereng ini dengan maksud memperkuat ketahanan dan mendukung pemerintah dalam swasembada pangan, khususnya padi,” imbuhnya.
Baca juga : Antisipasi Antrean Panjang dan Kelangkaan BBM, Polres Kediri Pantau Sejumlah SPBU
Melalui gerakan pengendalian secara berkelompok, petani berharap risiko serangan wereng dapat ditekan sehingga produktivitas tanaman padi tetap terjaga.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






Response (1)