Kediri, LINGKARWILIS.COM – Musim hujan belum juga tiba. Kondisi kemarau yang masih berlangsung membuat petani di wilayah Ringinrejo, Kabupaten Kediri, harus mencari cara agar tanaman di sawah tetap mendapatkan pasokan air.
Salah satunya dilakukan Harmono (46), petani asal Ringinrejo. Ia memanfaatkan mesin diesel untuk mengairi lahan sawah seluas sekitar 300 ru. Dalam sehari, kebutuhan pengairan dilakukan hingga empat kali agar kondisi tanah tetap lembap dan tanaman tidak mengalami kekeringan.
Langkah tersebut dinilai penting karena tanaman tetap harus tumbuh dan menghasilkan meski berada di tengah musim kemarau panjang. Harmono mengaku bukan hanya dirinya yang menggunakan mesin diesel. Sejumlah petani lainnya juga melakukan hal serupa karena harus menjaga tanaman agar tidak mati.
Menurutnya, jika hanya mengandalkan pasokan air dari sungai, petani masih harus menunggu giliran. Kondisi itu dikhawatirkan membuat kebutuhan air tanaman tidak segera terpenuhi.
Baca juga : HUT ke-81 TNI, Dandim Kediri: TNI Akan Selalu Hadir untuk Rakyat
“Maka kami gunakan diesel air untuk pengairan sawah. Tapi kami tidak gunakan bensin BBM karena jika gunakan bensin pasti lebih mahal. Kami harus gunakan gas tiga kilogram untuk pengairan sawah hingga bisa digunakan beberapa hari dan lebih praktis,” katanya.
Harmono menambahkan, menjaga tanaman tetap tumbuh subur membutuhkan perawatan secara intensif, terutama saat kemarau panjang. Selain memastikan ketersediaan air, petani juga harus memperhatikan proses pemupukan serta perawatan tanaman sesuai jadwal.
“Yang penting di musim kemarau panjang ini tanaman harus tetap terjaga jangan sampai mati,” ujarnya.
Untuk mendistribusikan air, Harmono menggunakan slang plastik yang disambungkan dari mesin diesel. Pengairan dilakukan secara bergiliran pada setiap bagian lahan. Setelah satu larikan mendapatkan air yang cukup, aliran kemudian dipindahkan ke bagian lainnya.
Baca juga : Pohon di Alas Untung Terbakar, Damkar Kediri Turun Tangan
“Dari diesel yang kami pakai ini air kita salurkan melalui slang plastik. Secara bergiliran jika di suatu larikan terpenuhi airnya maka harus diganti pindah ke lokasi lainnya agar tanaman yang kita tanam mendapat suplay air mencukupi,” katanya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin