Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Satreskrim Polres Lamongan masih menyelidiki insiden ledakan di pabrik bata ringan BLESSCON milik PT Superior Prima Sukses (SPS), Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Hingga Selasa (22/9/2026), polisi telah meminta keterangan dari 16 saksi untuk mengungkap penyebab kecelakaan kerja yang merenggut nyawa empat pekerja tersebut.
Ledakan terjadi pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 00.30 WIB saat tujuh pekerja menjalankan aktivitas shift malam. Dari tujuh korban, empat orang meninggal dunia, sedangkan tiga pekerja lainnya masih menjalani perawatan medis.
Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Adimas Firmansyah mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menyampaikan adanya penetapan tersangka karena pemeriksaan terhadap saksi dan pengumpulan bukti masih dilakukan.
“Masih dalam penyelidikan, dan kami juga memintai keterangan terhadap saksi-saksi. Sebanyak 16 saksi yang sudah kami mintai keterangan,” kata Adimas saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut, Selasa (22/9/2026).
Baca juga : Istri Gerebek Suami Bersama Wanita Lain di Perumahan BBR Lamongan, Kasus Dilimpahkan ke Unit PPA
Peristiwa bermula ketika tujuh pekerja shift malam berada di ruang pengendapan. Saat tengah bekerja, sebuah tabung alat kerja tiba-tiba meledak. Ledakan tersebut kemudian disertai kobaran api dan paparan hawa panas yang mengenai para pekerja.
Akibat kejadian tersebut, seluruh pekerja mengalami luka, dengan sebagian besar korban mengalami luka bakar.
Empat pekerja yang meninggal dunia masing-masing M. Sharul Fahni (25), warga Dusun Gerdu, Desa Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban berikutnya Imam Sugiono (36), warga Dusun Jetis, Kecamatan Kedungpring. Ia meninggal dunia di RS Muhammadiyah Lamongan sekitar pukul 04.00 WIB, Jumat (18/9/2026).
Kemudian Robith Fatahila (20), warga Desa Nyabung, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, meninggal dunia di rumah sakit yang sama sekitar pukul 09.30 WIB pada Jumat (18/9/2026).
Sementara Fiki (31), warga Putat Lor, Kecamatan Turi, meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Dr Soetomo Surabaya pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Adapun tiga korban lainnya masih mendapatkan perawatan. Mereka yakni Akmat Arif Wijaya (31), warga Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, yang dirawat di Rumah Sakit Katolik Surabaya.
Baca juga : Damkar Kabupaten Kediri Gencarkan Edukasi Pencegahan Kebakaran kepada Pelajar
Korban lainnya, Sigit Kamseno (36), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya, menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Sedangkan Andika Dwi Ramadhan (20), warga Dusun Sapan, Desa Ndateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, masih dirawat di Rumah Sakit Katolik Surabaya.
Sebelum mendapatkan perawatan di rumah sakit masing-masing, seluruh korban sempat dievakuasi ke RS Muhammadiyah Lamongan untuk memperoleh pertolongan medis akibat luka yang diderita setelah ledakan.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan bukti maupun petunjuk yang berkaitan dengan penyebab ledakan.
“Kami masih melakukan pendalaman. Dan kami sudah melaksanakan olah TKP dan memintai keterangan kepada sejumlah saksi untuk mengetahui secara pasti penyebab kejadian,” ujar Adimas, Jumat (18/9/2026).
Untuk mengetahui penyebab pasti ledakan, Satreskrim Polres Lamongan juga berkoordinasi dengan Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jawa Timur.
“Kepastiannya nanti akan ada ahli yang menyatakan. Kami juga sudah koordinasi dengan Bidlabfor Polda Jatim,” pungkasnya.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





