KEDIRI — Lonjakan kunjungan wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berdampak pada meningkatnya volume sampah di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri. Selama masa liburan, timbulan sampah tercatat mencapai sekitar 2,5 ton per hari dan harus diangkut petugas hingga empat kali sehari.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan hari normal yang rata-rata hanya mencapai 2 ton per hari. Khusus pada malam pergantian tahun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri menurunkan 23 petugas kebersihan untuk menjaga kebersihan kawasan SLG.
Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Arman Fuadi, menjelaskan peningkatan volume sampah sejalan dengan melonjaknya jumlah pengunjung SLG yang bisa mencapai lima ribu orang per hari, atau naik hingga lima kali lipat dibandingkan hari biasa.
Baca juga : Puluhan Personel Polres Kediri Naik Pangkat, Total 99 Anggota Resmi Sandang Pangkat Baru
“Petugas kami harus bergerak cepat membersihkan kawasan SLG dari sampah, baik yang dibuang sembarangan oleh pengunjung maupun yang menumpuk di tempat sampah yang tersedia di seluruh area,” ujar Arman.
Ia menegaskan, kebersihan SLG menjadi perhatian khusus karena kawasan tersebut merupakan ikon wisata Kabupaten Kediri. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau seluruh pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan fasilitas tempat sampah yang telah disediakan.
“Petugas kebersihan bekerja sejak selepas subuh hingga sekitar pukul 09.00 WIB agar kondisi SLG tetap bersih dan nyaman. Sampah yang terkumpul selanjutnya diangkut ke TPA Sekoto, Pare,” jelasnya.***
Reporter: bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





