Lamongan, LINGKARWILIS.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MA Matholi’ul Anwar Lamongan. Dalam pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, madrasah berbasis pesantren ini berhasil meloloskan sebanyak 54 siswanya ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.
Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar, M Saifullah Abid, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan di lingkungan pesantren yang mampu bersaing secara nasional.
“Alhamdulillah, MA Matholi’ul Anwar Lamongan berhasil mengantarkan 54 siswa lolos SNBP 2026. Ini menunjukkan bahwa sekolah berbasis agama mampu bersaing dengan sekolah umum dan memiliki prestasi akademik yang kompetitif,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Baca juga : Muscab PKB Kota Kediri Munculkan Tiga Kandidat Ketua DPC
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras siswa, dedikasi para guru, serta sistem pembinaan akademik yang terus dikembangkan.
Selain MA Matholi’ul Anwar, sejumlah lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama juga mencatatkan prestasi serupa. Beberapa di antaranya bahkan berhasil meloloskan puluhan hingga ratusan siswa ke PTN melalui jalur SNBP.
Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti bahwa lembaga pendidikan NU mampu menyeimbangkan antara penguatan nilai-nilai religius dan pencapaian akademik.
Diketahui, persaingan SNBP 2026 tergolong sangat ketat. Dari lebih dari 800 ribu pendaftar, hanya sekitar 20 persen yang dinyatakan lolos ke PTN.
“Harapan kami, capaian ini bisa menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi. Pendidikan tinggi adalah pintu untuk memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.
Baca juga : Satlantas Polres Kediri Kota Gencarkan “Sapa Pagi”, Edukasi Humanis untuk Tertib Lalu Lintas
Prestasi ini semakin memperkuat posisi madrasah dan sekolah berbasis pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam nilai keagamaan, tetapi juga kompetitif dalam bidang akademik di tingkat nasional.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin





