Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Keluarga HMZ (17), remaja putri asal Dusun Satak, Desa Ngepung, Kabupaten Nganjuk, mengungkap dugaan motif di balik kasus pembunuhan yang menimpa korban di wilayah Malang. Pernyataan tersebut disampaikan setelah aparat mengamankan terduga pelaku berinisial YP.
Meski proses penyidikan masih berlangsung, pihak keluarga menduga tindak kekerasan itu dipicu persoalan ekonomi. Mereka menilai pelaku berupaya menguasai barang berharga milik korban.
Kecurigaan tersebut muncul setelah telepon genggam milik HMZ dilaporkan hilang dan sepeda motor korban ditemukan dalam kondisi yang dinilai tidak wajar.
Ayah korban, Santoso (49), mengaku menemukan sejumlah kejanggalan pada barang pribadi anaknya. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari kerabat, pelaku diduga memiliki motif finansial.
Baca juga : Bupati Kediri, Mas Dhito, Larang Penggunaan Pengeras Suara Bervolume Tinggi saat Sahur Keliling
“Diduga ada niat menguasai harta karena kebutuhan uang. Sampai sekarang ponsel korban belum ditemukan. Motor juga diduga sempat diubah oleh pelaku,” ujar Santoso, Senin (23/2/2026).
Santoso juga menyebut pihak keluarga tidak mengetahui secara jelas kedekatan antara HMZ dan terduga pelaku. Menurutnya, korban tidak pernah menceritakan sosok YP kepada keluarga.
“Saya tidak pernah bertemu dan tidak tahu dia siapa,” tuturnya.
Jenazah HMZ telah dimakamkan pada Minggu (22/2/2026) di tempat pemakaman umum desa setempat. Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman. Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Sungai Jilu, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, dengan tangan terikat dan mulut tersumpal.
Baca juga : Hari Kedua Sekolah, Unit Lantas Polsek Kediri Kota Perketat Pengaturan Arus Lalu Lintas
Sementara itu, Kapolres Malang Muhammad Taat Resdi menegaskan komitmennya untuk menangani perkara tersebut secara profesional dan terbuka. Ia menyatakan penyidik masih mendalami peran serta rangkaian peristiwa yang melibatkan terduga pelaku.
“Kami terus melakukan pemeriksaan secara intensif guna melengkapi alat bukti dan mengungkap secara menyeluruh konstruksi kejadian,” tegasnya.***
Reporter : Inna Dewi
Editor : Hadiyin





