Konflik Timur Tengah Memanas, Begini Nasib 732 Calon Jemaah Haji Nganjuk Tahun 2026

Konflik Timur Tengah Memanas, Begini Nasib 732 Calon Jemaah Haji Nganjuk Tahun 2026
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Nganjuk, Zainal Abidin Hanif (Inna)

NGANJUK, LINGKARWILIS.COM — Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Meski demikian, keberangkatan 732 calon jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk dipastikan masih berjalan sesuai rencana.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Nganjuk, Zainal Abidin Hanif, menegaskan hingga saat ini belum ada arahan dari pemerintah pusat terkait penundaan maupun pembatalan pemberangkatan jemaah. Seluruh tahapan persiapan tetap dilaksanakan sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan.

“Sampai saat ini belum ada instruksi perubahan. Semua masih berjalan sesuai program,” ujar Hanif, Senin (30/3/2026).

Kendati demikian, ia mengakui adanya kekhawatiran di tengah situasi geopolitik yang belum stabil. Terlebih, mayoritas calon jemaah haji berasal dari kalangan lanjut usia (lansia), yang membutuhkan kepastian keamanan dan kenyamanan selama perjalanan ibadah.

Baca juga : Potret Sunyi Pak Sodik, Pejuang Kebersihan DLHKP Kota Kediri di Balik Hiruk Pikuk Jalan Imam Bonjol

Hanif menyoroti kemungkinan terburuk apabila konflik terus meluas dan memaksa Pemerintah Arab Saudi mengambil kebijakan darurat, seperti pembatasan atau penutupan akses bagi jemaah dari luar negeri.

“Kekhawatiran kami, jika situasi memburuk dan tiba-tiba ada kebijakan penutupan akses masuk. Apalagi mayoritas jemaah merupakan lansia,” ungkapnya.

Pihaknya berharap situasi di Timur Tengah dapat segera mereda sehingga seluruh calon jemaah haji, khususnya dari Nganjuk, dapat menunaikan ibadah dengan aman dan khusyuk.

Namun demikian, sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, pihaknya menyatakan siap mengikuti segala keputusan yang akan diambil, termasuk kemungkinan pembatalan mendadak.

Baca juga : Arus Balik Tulungagung–Kediri Masih Padat, Polisi Lakukan Pengaturan di Ngadiluwih

“Kami di daerah hanya menjalankan kebijakan. Jika tetap berangkat, kami siap. Jika ada perubahan, kami juga akan mengikuti arahan pusat,” pungkasnya.***

Reporter: Inna Dewi Fatimah

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *