KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Sosok sederhana bernama Mukib tak berhenti mengayuh becak motor miliknya di tengah hiruk pikuk kehidupan di Kediri. Pria asal Desa Kras, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, itu memilih jalan hidupnya sebagai penjual pakaian bekas yang dipasarkan secara keliling.
Kisahnya berawal sejak pandemi Covid-19 tahun 2020. Kala itu, Mukib membeli sebuah becak motor dengan harapan bisa mencari penumpang. Namun, usaha tersebut tidak berjalan mulus.
“Cari penumpang susah sekali. Akhirnya apa saja yang bisa dijual saya coba bawa. Sampai kemudian terpikir menjual pakaian bekas,” ungkapnya saat ditemui di SPBU Jalan Kapten Tendean, Kota Kediri, Minggu (18/8/2025).
Baca juga : Disiplin Ketat, Kunci Kepercayaan Diri Paskibra Kabupaten Kediri
Sejak itu, setiap pagi selepas Subuh, Mukib mulai berkeliling kota. Ia mendatangi pasar tradisional hingga pasar loak Kemasan untuk mencari dan menjual pakaian bekas. Meski begitu, tidak selalu ia mendapat barang dagangan.
“Kalau ada barang ya saya jalan, kalau tidak ada ya menunggu. Tapi hampir setiap hari saya tetap keliling,” ujarnya.
Hasil penjualannya memang tidak besar, namun cukup untuk menopang kebutuhan keluarga. “Yang penting bisa untuk makan, Alhamdulillah,” ucapnya dengan senyum tulus.
Baca juga : Persik Kediri Tumbang Dilibas Madura United, Ong Kim Swee Soroti Konsentrasi Pemain
Mukib menjadi cermin kegigihan seorang pekerja kecil yang tak menyerah pada keterbatasan, terus bertahan dan mencari rezeki di tengah kerasnya kehidupan perkotaan.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





