Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Momen menunggu waktu berbuka puasa yang seharusnya dinikmati bersama keluarga justru berakhir di tangan aparat bagi YN (35), warga Dusun Ketandan, Kecamatan Lengkong. Ia diamankan petugas saat tengah bersantai di sebuah warung dekat rumahnya, Sabtu (21/2) sore.
Penangkapan dilakukan Tim Unit Pidum Satreskrim Polres Nganjuk setelah sebelumnya melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian sepeda motor di wilayah Patianrowo. Warga sekitar sempat dibuat terkejut ketika petugas mendatangi lokasi dan langsung mengamankan YN tanpa perlawanan.
Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, menjelaskan bahwa penindakan dilakukan menjelang waktu berbuka puasa setelah tim memperoleh cukup bukti atas dugaan keterlibatan pelaku.
Baca juga : Bupati Kediri, Mas Dhito, Larang Penggunaan Pengeras Suara Bervolume Tinggi saat Sahur Keliling
“Pelaku kami amankan saat berada di warung di sekitar tempat tinggalnya. Penangkapan dilakukan sesaat sebelum berbuka,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi pencurian terjadi pada Minggu (8/2) sekitar pukul 04.30 WIB. YN diduga beraksi bersama rekannya, MZ (33), warga Surabaya, dengan menyasar sepeda motor Honda Beat milik ARP (19) yang terparkir di depan Counter HP Omah Data, Desa Patianrowo.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Nganjuk, Iptu Imam Sutresno, mengungkapkan modus yang digunakan pelaku yakni berkeliling mencari kendaraan yang tidak dikunci stang.
“Pelaku mencari motor yang keamanannya lemah. Saat situasi dinilai aman, mereka menggunakan kunci T untuk membawa kabur kendaraan korban,” jelasnya.
Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit Honda Beat warna hitam, kunci T yang digunakan untuk merusak kunci kendaraan, serta jaket hitam merah yang dikenakan saat beraksi.
Baca juga : Keluarga Pelajar Asal Nganjuk yang Tewas di Malang Minta Pelaku Dihukum Seumur Hidup
Sementara itu, MZ diketahui telah lebih dahulu ditangkap oleh Polres Jombang dalam perkara serupa. Kini, YN harus menjalani proses hukum dan terancam menghabiskan sisa Ramadan di balik jeruji besi.***
Reporter : Inna Dewi
Editor : Hadiyin





