OJK Kediri Sebut Kinerja Industri Jasa Keuangan Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi, Ini Penjelasannya

Industri Jasa Keuangan di Wilayah OJK Kediri Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi
Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri (tengah) saat pemaparan kinerja OJK Kediri (Had)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mencatat kinerja industri jasa keuangan di wilayah kerjanya hingga Desember 2025 tetap stabil dan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menyampaikan bahwa kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menempatkan dana pada sektor perbankan maupun pasar modal. Meski demikian, pihaknya tetap memantau sejumlah sektor yang mengalami perlambatan akibat menurunnya daya beli masyarakat serta pengaruh dinamika ekonomi global.

“Namun demikian, OJK tetap mencermati beberapa sektor yang mengalami perlambatan, terutama yang dipengaruhi penurunan daya beli masyarakat serta perkembangan kondisi ekonomi global,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, fungsi intermediasi sektor perbankan di wilayah kerja OJK Kediri masih menunjukkan kinerja yang solid. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Desember 2025 tercatat tumbuh 4,20 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp106,9 triliun. Peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan pada produk tabungan dan giro.

Baca juga : Lurah Dermo Tinjau Perbaikan Jalan dan PJU di RW 02, Libatkan PUPR dan Dishub Kota Kediri

Sementara itu, penyaluran kredit mengalami perlambatan dengan pertumbuhan minus 1,24 persen (yoy). Kondisi ini terutama terjadi pada sektor industri pengolahan serta perdagangan besar dan eceran.

“Perlambatan tersebut dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat serta sikap kehati-hatian pelaku usaha dalam merespons dinamika ekonomi global yang berkepanjangan dan berpotensi memengaruhi perekonomian daerah,” jelasnya.

Meski terjadi perlambatan pada penyaluran kredit, profil risiko perbankan masih terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 3,19 persen, masih berada di bawah batas aman yang ditetapkan.

Di sektor pasar modal, tingkat inklusi masyarakat juga menunjukkan perkembangan signifikan. Jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat meningkat 32,97 persen (yoy) menjadi 535.568 SID. Instrumen investasi masih didominasi produk reksa dana dengan jumlah investor mencapai 496.295 SID atau tumbuh 33,21 persen (yoy).

Baca juga : Persik Kediri Tumbang 0-3 dari Persib Bandung, Pelatih Marcos Reina Torres Soroti Penalti dan Kepemimpinan Wasit

Selain itu, nilai transaksi saham masyarakat di wilayah kerja OJK Kediri mencapai Rp6,2 triliun atau melonjak 269,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.

Pada sektor PVML yang meliputi lembaga pembiayaan, modal ventura, pergadaian, serta lembaga keuangan mikro (LKM), kinerjanya juga menunjukkan dinamika. Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tercatat melambat 1,42 persen (yoy) menjadi Rp6,8 triliun, dipengaruhi penurunan pembiayaan multiguna sebesar 4,42 persen (yoy).

Meski demikian, tingkat risiko tetap terkendali dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 3,02 persen, membaik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,03 persen.

Sementara itu, pembiayaan modal ventura mencatat pertumbuhan cukup kuat sebesar 15,92 persen (yoy) dengan nilai pembiayaan mencapai Rp323,70 miliar.

Pada sektor pergadaian dan LKM, penyaluran pembiayaan pergadaian yang berkantor pusat di wilayah kerja OJK Kediri tercatat tumbuh signifikan sebesar 709,10 persen (yoy) menjadi Rp4,67 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh bertambahnya dua perusahaan gadai swasta.

Adapun Lembaga Keuangan Mikro (LKM) juga menunjukkan tren positif dengan penyaluran pembiayaan tumbuh 1,08 persen (yoy) menjadi Rp77,05 miliar. Hingga Desember 2025 tercatat terdapat 17 LKM di wilayah kerja OJK Kediri, terdiri dari 13 LKM konvensional dan 4 LKM syariah.

Selain memantau kinerja industri jasa keuangan, OJK Kediri juga aktif mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat. Sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2025, OJK Kediri telah menggelar 130 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 81.134 peserta.

Dalam mendukung program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), OJK Kediri juga melaksanakan 63 kegiatan edukasi yang diikuti 34.264 peserta di 13 kota dan kabupaten wilayah kerjanya.

Program literasi keuangan tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), antara lain melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir, Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Edukasi Keuangan Hari Indonesia Menabung, Kediri Financial Festival, hingga edukasi bagi kelompok penyandang disabilitas.

Dari sisi layanan konsumen, selama periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025, OJK Kediri menerima 1.301 permintaan layanan melalui berbagai kanal, baik melalui surat, layanan tatap muka (walk-in), maupun telepon.

Berdasarkan sektor industri, sebanyak 582 pengaduan berasal dari sektor perbankan, 260 dari perusahaan pembiayaan, 232 dari industri financial technology (fintech), serta 132 dari sektor jasa keuangan lainnya.

Tiga topik utama pengaduan masyarakat meliputi restrukturisasi atau relaksasi kredit/pembiayaan/pinjaman sebesar 34,44 persen, Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebesar 24,06 persen, serta kasus fraud eksternal seperti penipuan, pembobolan rekening, skimming, dan kejahatan siber sebesar 7,38 persen.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan edukasi keuangan guna melindungi konsumen sekaligus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya.***

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D