KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri berkolaborasi dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) menggelar program Pesantren Ramah Santri di Pondok Pesantren Al Hikmah, Kecamatan Purwoasri, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan tersebut menjadi kunjungan kesembilan dari total sebelas pesantren yang menjadi sasaran program DP2KBP3A dalam upaya memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Dr. dr. Nurwulan Andadari, MMRS, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam membentuk generasi santri yang tangguh, sehat, dan berdaya saing.
Baca juga : Warga Kediri Sambut Antusias Penerbangan Langsung Bandara Dhoho–Jakarta
“Kasus kekerasan terhadap anak masih tergolong tinggi di tingkat nasional. Karena itu, kami bersama RMI dan Kemenag turun langsung ke pesantren untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya perlindungan anak,” ujarnya.
Acara tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Haris dari Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Gus Dr. H. Ahmad, psikolog dari Ponpes Lirboyo, dan Ning Hilya Aulia Ningrum, M.Psi., yang memaparkan materi tentang kesehatan reproduksi, psikologis, dan pembentukan karakter santri.
Pengasuh Ponpes Al Hikmah, Dr. H. M. Haritsul Ilmi (Gus Ais), mengapresiasi langkah DP2KBP3A dan RMI. Menurutnya, santri perlu dibekali tidak hanya dengan ilmu agama, tetapi juga wawasan mengenai kesehatan mental dan fisik agar siap terjun ke masyarakat tanpa meninggalkan nilai moral serta spiritual.
“Pesantren harus menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh santri. Nilai-nilai tasamuh, tawazun, dan tawasuth perlu terus ditanamkan agar lahir generasi yang moderat dan berimbang,” tegasnya.
Baca juga : PT KAI Lakukan Pemeriksaan Rutin Rel di Sekitar Stasiun Kediri
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap pesantren dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang santri secara optimal.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





