Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mengimbau para pembudidaya ikan di berbagai wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan dengan intensitas sangat tinggi.
Curah hujan ekstrem yang diprediksi berlangsung sejak November 2025 hingga Februari 2026 dapat memengaruhi kesehatan ikan dan berpotensi menurunkan produksi perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, menegaskan bahwa perubahan cuaca ekstrem tidak boleh dianggap sepele. Ia meminta pembudidaya rutin memeriksa kondisi air kolam serta menjaga kebersihannya. Menurutnya, kolam dengan aliran air yang terus bergerak akan lebih ideal untuk menjaga kualitas air tetap baik.
“Dasar kolam harus dibersihkan agar tidak ada sisa pakan yang mengendap. Jika dibiarkan, endapan itu bisa menimbulkan penyakit pada ikan. Lebih baik lagi bila kolam diberi penutup paranet untuk mengurangi paparan hujan langsung yang berpotensi membahayakan ikan,” jelas Hafid.
Ia menambahkan, penggunaan atap permanen juga menjadi pilihan lebih aman karena dapat mencegah masuknya air hujan dan serpihan dedaunan yang membuat kolam cepat kotor dan berbau.
Bila menghadapi kendala, pembudidaya dianjurkan berkonsultasi dengan petugas Dinas Perikanan guna mendapatkan solusi terbaik selama cuaca ekstrem berlangsung.
Baca juga : Isak Tangis Iringi Pemakaman Ibu dan Anak Korban Pembunuhan Nganjuk di Purwoasri Kediri
“Pembudidaya harus peka terhadap perubahan cuaca. Menjaga kesehatan ikan sangat penting agar tidak menimbulkan kerugian di tengah musim hujan yang intens,” tandasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





