KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW di Gedung Bhagawantha Bhari, Kamis (22/1) pagi. Kegiatan keagamaan ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Dr. Mohamad Solikin, M.AP, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), serta sejumlah undangan lainnya.
Peringatan tersebut diisi dengan tausiah oleh KH Abubakar atau yang akrab disapa Gus Ab, ulama asal Kota Kediri.
Sekda Kabupaten Kediri, Dr. Mohamad Solikin, M.AP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Isro’ Mi’roj menjadi pengingat penting bagi ASN untuk terus menjaga kualitas ibadah, khususnya sholat lima waktu, sekaligus memperkuat keimanan dan etos kerja dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Baca juga : Intensifkan Monitoring dan Pengobatan, DKPP Kediri Percepat Pemulihan Sapi Terpapar PMK
Menurutnya, peringatan Isro’ Mi’roj tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kedisiplinan, terutama dalam pengelolaan waktu. Disiplin dalam menunaikan sholat diharapkan dapat berbanding lurus dengan peningkatan kinerja ASN yang profesional dan berkualitas.
“Melalui peringatan Isro’ Mi’roj ini, ASN diharapkan semakin memahami pentingnya disiplin waktu dalam beribadah sebagai bagian dari upaya meningkatkan iman dan takwa. Dengan demikian, kualitas kinerja juga akan semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, dalam ceramahnya, KH Abubakar menekankan pentingnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menjalankan sholat lima waktu, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW senantiasa menunaikan sholat tepat waktu dan berjamaah, meskipun di tengah berbagai kesibukan.
Baca juga : Uji Coba Larangan Parkir di Jalan Stasiun Kediri Diperpanjang, Ini Rincian Waktunya
Gus Ab juga mengaitkan nilai-nilai dalam sholat berjamaah dengan kehidupan profesional ASN, di mana setiap individu dituntut untuk patuh terhadap aturan, menghormati pimpinan, serta menjalankan tugas sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Sebagai warga negara, kita harus taat pada aturan dan menghormati pemimpin. Sholat lima waktu yang dilaksanakan tepat waktu sejatinya mendidik kedisiplinan diri dan memperkuat iman sebagai benteng dari pengaruh negatif,” tuturnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





