Batu, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Batu menggelar operasi pasar murah sebagai upaya mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Kegiatan yang melibatkan lebih dari 50 mitra pedagang tersebut berlangsung di Hall Pasar Among Tani.
Kegiatan itu secara resmi dibuka oleh Wali Kota Batu, Nurochman. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para pedagang mitra serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pasar murah tersebut.
Menurutnya, kehadiran pemerintah diperlukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat, terutama pada periode Ramadan hingga menjelang Lebaran ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
“Pemerintah hadir ketika ada komoditas yang mengalami kenaikan harga. Melalui kolaborasi dengan pedagang dan berbagai pihak, kita melakukan intervensi agar harga tetap terjangkau sehingga masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujar Nurochman, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan, program pasar murah tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dan para pedagang di Kota Batu dengan skema subsidi harga. Dalam pelaksanaannya, masyarakat dapat memanfaatkan voucher belanja yang disediakan untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Nurochman juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, Perum Bulog, Bank Indonesia, Forkopimda, serta seluruh pihak yang turut mendukung upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di daerah tersebut.
“Semoga kegiatan ini menjadi upaya bersama untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” katanya.
Setelah membuka kegiatan, Wali Kota Batu meninjau langsung aktivitas pedagang dan masyarakat di area Pasar Among Tani. Dalam kesempatan itu, ia juga memastikan sejumlah pedagang telah memanfaatkan sistem pembayaran digital melalui QRIS sebagai bagian dari modernisasi transaksi di pasar tradisional.
Selain itu, ia juga menerima sejumlah masukan dari pedagang terkait penataan lokasi penjualan komoditas agar lebih tertata dan memudahkan pengunjung saat berbelanja. Masukan tersebut, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kenyamanan aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
Baca juga : Anggota DPR RI Nurhadi Tampung Aspirasi Warga Kediri Soal Keluhan BPJS Nonaktif
Pasar murah ini digelar selama tiga hari sebagai langkah strategis Pemerintah Kota Batu dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan sekaligus memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat selama bulan Ramadan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan seperti beras, telur, bawang, cabai, daging ayam, hingga daging sapi. Selain itu, panitia juga menyediakan sejumlah layanan tambahan, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, layanan tera ulang timbangan tanpa biaya, serta fasilitas sertifikasi halal dari Kementerian Agama.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





