Poltekkes Kemenkes Malang Berdayakan Kader Remaja SMAN 1 Gondang, Fokus Cegah Penyakit Tidak Menular

Poltekkes Kemenkes Malang Berdayakan Kader Remaja SMAN 1 Gondang, Fokus Cegah Penyakit Tidak Menular
Tim Pengabdian Masyarakat Poltekes Kemenkes Malang Prodi D3 Keperawatan Trenggalek bersama kader remaja SMAN 1 Gondang. (aziz)

Trenggalek, LINGKARWILIS.COM – Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi D3 Keperawatan Trenggalek terus mendorong peningkatan pengetahuan kesehatan di kalangan remaja. Salah satunya melalui kegiatan pemberdayaan kader remaja di SMAN 1 Gondang, Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi mengenai upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM), termasuk hipertensi dan diabetes melitus yang kini tidak hanya menjadi persoalan kelompok usia dewasa maupun lanjut usia.

Ketua tim, Dewi Wulandari, S.Kep., Ns., M.Kep., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membekali para kader dengan pemahaman mengenai jenis PTM, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahannya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai jenis, faktor risiko dan pencegahan penyakit tidak menular,” ujar Dewi.

Baca juga : Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Ribuan Warga Berebut Tumpeng hingga Bibit Pohon

Selain pemberian materi, para kader juga mendapatkan pelatihan keterampilan teknis untuk melakukan skrining kesehatan dasar. Di antaranya mengukur tinggi dan berat badan (TB/BB), menghitung indeks massa tubuh (IMT), memeriksa tekanan darah, hingga melakukan pemeriksaan gula darah secara mandiri jika memungkinkan.

Menurut Dewi, pembentukan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah juga menjadi bagian penting dari program tersebut. Para kader didorong untuk menyampaikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman sebaya melalui edukasi peer-to-peer.

“Dan yang lebih penting lagi, kami juga mendorong terbentuknya gaya hidup sehat di lingkungan sekolah melalui edukasi sebaya (peer-to-peer education),” katanya.

Dewi menjelaskan, sosialisasi mengenai PTM perlu terus digencarkan karena penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas mulai banyak dikaitkan dengan kelompok usia remaja.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari perubahan gaya hidup, kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang sehat, serta minimnya aktivitas fisik, termasuk olahraga.

“Nah, fenomena itu sebagai akibat perubahan gaya hidup, pola makan tidak sehat, serta kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga,” jelasnya.

Baca juga : Keluhan Perubahan Desil Jadi Perhatian Mas Dhito, Pemkab Kediri Perkuat Sosialisasi Perbaikan Data

Pemilihan SMAN 1 Gondang sebagai lokasi kegiatan juga bukan tanpa alasan. Menurut Dewi, sekolah tersebut memiliki potensi sumber daya siswa yang besar untuk dikembangkan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah.

“Melalui pembentukan dan penguatan Posyandu Remaja, kader remaja dapat dibekali pengetahuan dan keterampilan. Utamanya untuk deteksi dini dan pencegahan PTM secara mandiri di lingkungan sekolah,” pungkasnya.***

Reporter : Arief Prabowo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *