Kediri, LINGKARWILIS.COM — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri menggelar seminar kebangsaan di Gedung DMC kompleks pesantren, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan yang diikuti ratusan santri ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kota Kediri Bambang Priambodo, Kepala BNN Kota Kediri Bambang Yuda Wirawan, dan Kepala Kemenag Kota Kediri A. Zamroni. Acara dipandu oleh Drs. H. Agus D.S., M.P., selaku Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah.
Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Agama tentang Panduan Peringatan Hari Santri 2025, serta menjadi momentum penting untuk memperkokoh semangat nasionalisme di lingkungan pesantren.
Baca juga : Persik Kediri Incar Kemenangan Penuh Saat Hadapi PSM Makassar di Stadion Brawijaya
“Resolusi jihad KH Hasyim Asy’ari adalah bukti nyata kontribusi santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Kini, tugas santri adalah melanjutkan perjuangan itu melalui ilmu, akhlak, dan semangat persatuan,” ujar KH Sunarto.
Dalam paparan materinya, Bambang Priambodo menegaskan bahwa santri masa kini harus berjuang melalui jihad intelektual di tengah tantangan globalisasi.
“Perjuangan hari ini bukan lagi perang fisik, tetapi melawan kebodohan dan kemalasan berpikir. Santri harus menjadi agen perubahan dan inovasi,” tegasnya.
Sementara itu, Bambang Yuda Wirawan dari BNN Kota Kediri mengingatkan bahaya narkoba yang terus mengancam generasi muda.
“Narkoba menghancurkan masa depan bangsa. Iman yang kuat dan lingkungan yang positif adalah benteng utama bagi para santri,” ujarnya.
Baca juga : Panpel Siapkan 6.000 Tiket Laga Persik Kediri vs PSM Makassar
Adapun Kepala Kemenag Kota Kediri, A. Zamroni, menekankan pentingnya peran santri sebagai penjaga nilai moral dan karakter bangsa.
“Santri harus tampil sederhana, rendah hati, dan toleran di tengah derasnya arus globalisasi. Nilai-nilai pesantren adalah pondasi kokoh peradaban bangsa,” katanya.
KH Sunarto menutup acara dengan harapan agar peringatan Hari Santri dan Sumpah Pemuda ini menjadi momentum untuk memperkuat tekad para santri dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Santri Wali Barokah siap menjadi garda terdepan dalam menjaga moral dan akhlak bangsa,” pungkasnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin
Ponpes Wali Barokah Kediri Tanamkan Nilai Kebangsaan Lewat Seminar Hari Santri dan Sumpah Pemuda





