Jombang, LINGKARWILIS.COM – Ribuan tukang becak dari berbagai wilayah di Kabupaten Jombang memadati kawasan sekitar rumah Bupati Warsubi di Kecamatan Tembelang untuk mendapatkan zakat dari keluarga bupati, Sabtu (14/3).
Antrean para pengayuh becak terlihat mengular hingga sekitar empat kilometer. Barisan panjang tersebut membentang mulai dari Desa Mojokrapak hingga Desa Plosogeneng. Para tukang becak bahkan sudah datang sejak malam hingga dini hari agar tetap memperoleh bagian bantuan.
Dalam pembagian zakat tersebut, setiap penerima mendapatkan paket berupa 5 kilogram beras serta uang tunai sebesar Rp100 ribu.
Sugik, tukang becak asal Kecamatan Diwek, mengaku harus bersabar mengantre cukup lama karena datang pada pagi hari.
“Gara-gara kesiangan bangun, terpaksa dari jam setengah enam pagi harus rela mengantre sepanjang ini. Semoga masih kebagian. Zakat dari Bupati ini sangat membantu kebutuhan orang tua saya di rumah,” ujarnya.
Baca juga : Berawal dari Live TikTok, Polisi Amankan Ratusan Petasan di Wates Kediri
Sebagian tukang becak memiliki cara tersendiri agar tidak terlalu lama menunggu. Salah satunya dilakukan Muklis, tukang becak asal Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang.
Ia mengaku sudah datang sejak sehari sebelumnya untuk menempatkan becaknya di barisan depan.
“Setiap tahun saya datang Jumat pagi lalu pulang lagi, supaya pagi harinya tidak terlalu lama mengantre. Dengan mendapatkan zakat beras dan uang ini, saya berharap Abah Warsubi selalu sehat dan rezekinya dilancarkan,” kata Muklis yang merupakan penyandang disabilitas.
Untuk memperoleh bantuan tersebut, para tukang becak hanya diminta menunjukkan fotokopi KTP saat penukaran.
Penyerahan zakat dilakukan secara simbolis oleh anggota keluarga Bupati. Sementara itu, Bupati Warsubi tidak dapat hadir karena sedang berada di luar kota.
Salah satu anak Bupati, Novadonna Bilytha, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para tukang becak yang setiap tahun hadir dalam kegiatan tersebut.
Baca juga : Satgas Pangan Pastikan Stok LPG 3 Kilogram di Kediri Aman Jelang Nyepi dan Lebaran
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran abang becak yang selalu menyempatkan datang setiap tahun. Semoga utang-utang abang becak semuanya segera lunas,” tuturnya.
Panitia pembagian zakat, Wahid, mengatakan jumlah penerima tahun ini mencapai sekitar 2.000 tukang becak.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun dari keluarga Abah Warsubi. Meskipun Bupati masih bertugas di Jakarta dan Abah Agung sedang menjalankan ibadah umrah, paket zakat tetap disalurkan kepada para tukang becak berupa beras 5 kilogram dan uang Rp100 ribu,” jelasnya.
Selain untuk tukang becak, panitia juga menjadwalkan pembagian zakat bagi kelompok transportasi lain. Pada Minggu (15/3), bantuan serupa rencananya akan diberikan kepada sekitar 750 pengemudi ojek dan 150 sopir angkutan umum.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiiyn





