PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo kembali melanjutkan proses evakuasi batu raksasa yang menghantam rumah Narto (50), warga Desa Ngilo Ilo, Kecamatan Slahung, pada Sabtu (22/2/2025) sore.
Evakuasi yang mencakup pembersihan material longsor serta pemecahan batu berdiameter 4 meter itu dilakukan dengan menggunakan alat berat.
Kepala BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa upaya pembersihan telah dimulai sejak Minggu (23/2/2025) sore, namun sempat tertunda akibat cuaca yang kurang mendukung.
Baca juga : Soto Ayam Pak Jaenal, Kuliner Klasik Kediri yang Tetap Eksis di Tengah Perkembangan dan Tren Kuliner
“Sudah kami kaji sebelumnya, dan begitu kondisinya memungkinkan, kami langsung eksekusi. Namun, sempat terhenti karena faktor cuaca,” ujar Masun kepada wartawan, Senin (24/2/2025).
Saat ini, proses pembersihan masih tersisa sekitar 50 persen. Selain karena ukuran batu yang sangat besar, pihaknya juga harus ekstra hati-hati mengingat masih terdapat material longsor di bagian atas tebing.
“Kami lanjutkan hari ini, dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat,” imbuhnya.
Baca juga : Soto Ayam Pak Jaenal, Kuliner Klasik Kediri yang Tetap Eksis di Tengah Perkembangan dan Tren Kuliner
Lebih lanjut, Masun menjelaskan bahwa material batu yang dievakuasi akan dimanfaatkan oleh pemerintah desa untuk pembangunan plengsengan di bawah tebing guna mencegah longsor susulan. Sejumlah instansi pun mulai menyalurkan bantuan kepada korban terdampak.
“Kurang lebih ada 1,5 truk material batu yang akan digunakan untuk pembangunan plengsengan di depan rumah Pak Narto yang terdampak,” tandasnya.
Sebelumnya, batu berukuran raksasa dengan berat belasan ton menggelinding dari tebing dan menghancurkan rumah Narto hingga nyaris rata dengan tanah.
Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, mengingat rumah sekaligus kios miliknya mengalami kerusakan parah.***
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





