LINGKARWILIS.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah kasus serangan tawon vespa sepanjang paruh pertama tahun 2025. Bahkan, salah satu kasus di antaranya menyebabkan satu warga meninggal dunia.
Kasi Evakuasi dan Penyelamatan DPKP Tulungagung, Iwan Supriyono mengungkapkan bahwa dalam kurun enam bulan terakhir, pihaknya telah mengevakuasi 310 sarang tawon vespa dari berbagai lokasi permukiman warga.
“Saat ini jumlahnya sudah 310 sarang tawon vespa yang sudah kami evakuasi. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun 2024 pada periode yang sama. Tahun 2023 ada 372 kasus dan tahun 2022 ada 219 kasus,” jelas Iwan saat dikonfirmasi pada Selasa (8/7/2025).
Jika tren ini berlanjut, Iwan mengatakan jumlah evakuasi sarang tawon vespa pada 2025 berpotensi melampaui catatan tahun sebelumnya yakni 396 sarang. Menurutnya, peningkatan jumlah kasus ini terjadi secara konsisten selama tiga tahun terakhir.
Tragis! Bocah 6 Tahun Asal Malang Tewas Tenggelam di Sungai Dekat Rumahnya
Perubahan iklim diduga menjadi salah satu faktor utama penyebab meningkatnya populasi tawon vespa. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir menciptakan kondisi yang ideal bagi serangga beracun ini untuk berkembang biak.
“Kalau dulu tawon vespa banyak ditemui selama bulan Agustus hingga Oktober, namun dengan perubahan iklim dimana hujan bisa terjadi kapan saja, membuat tawon vespa semakin mudah untuk berkembang biak,” jelasnya.
Iwan menambahkan, sarang tawon vespa kini banyak ditemukan di luar kawasan perkotaan dan kerap dibangun di pepohonan sekitar permukiman warga.
Kondisi ini membuat potensi kontak antara manusia dan tawon semakin tinggi, sehingga risiko serangan pun meningkat.
Yang paling tragis, pada bulan Ramadan 2025 lalu, satu orang warga Tulungagung meninggal dunia akibat tersengat tawon vespa.
Peristiwa bermula saat sejumlah anak-anak melempari sarang tawon di atas pohon dengan batu. Tidak lama setelah itu, korban yang kebetulan melintasi lokasi tersebut diserang dan mengalami reaksi serius hingga meninggal dunia kurang dari satu jam setelah tersengat.
“Tahun ini ada satu serangan tawon vespa di Tulungagung yang menyebabkan satu korban meninggal dunia. Mayoritas serangan tawon vespa ini berada di luar kawasan perkotaan,” pungkas Iwan.
DPKP Tulungagung mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan sarang tawon vespa di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, serta tidak melakukan tindakan yang memicu agresivitas serangga tersebut.





