Jombang, LINGKARWILIS.COM — Identitas dan keberadaan sopir Bus Restu yang terlibat kecelakaan di KM 689+500A Tol Jombang–Mojokerto (Jomo) masih menjadi tanda tanya. Hingga kini, pengemudi bus tersebut belum ditemukan sejak insiden yang menewaskan satu penumpang asal Madiun.
KBO Satlantas Polres Jombang, Samsul Arifin, menyatakan pihaknya masih terus melakukan pencarian sekaligus penelusuran identitas sopir. Saat petugas melakukan evakuasi di lokasi kejadian pada Kamis malam, pengemudi tidak berada di tempat.
“Pengemudi masih dalam pencarian. Saat petugas tiba di lokasi, yang bersangkutan tidak ditemukan di TKP. Saat ini masih kami dalami,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara komprehensif, kepolisian menerapkan metode analisis ilmiah melalui teknologi Traffic Accident Analysis (TAA). Teknologi ini memanfaatkan pemindai tiga dimensi (3D scanner) guna merekonstruksi kronologi kecelakaan secara detail.
Baca juga : Mas Dhito Ingatkan PNS Baru Pemkab Kediri Jauhi Korupsi dan Bekerja Profesional
Kasi Laka Ditlantas Polda Jatim, Siska Arisanti, menjelaskan bahwa TAA memungkinkan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi sebelum kejadian, saat tabrakan, hingga pascakecelakaan.
Menurutnya, hasil analisis akan disajikan dalam bentuk visual tiga dimensi sehingga memudahkan pemahaman terhadap rangkaian peristiwa secara utuh. Meski demikian, proses analisis masih berlangsung dan diperkirakan membutuhkan beberapa hari.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan indikasi adanya masalah teknis pada kendaraan, terutama pada bagian ban yang terlihat dalam kondisi kempis. Namun, kepastian penyebab kecelakaan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam insiden tersebut, total terdapat 34 korban. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, yakni Esra Sri (64), sementara 33 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Selain mendalami faktor penyebab kecelakaan melalui analisis TAA, aparat kepolisian juga terus berupaya menemukan sopir bus guna mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





