KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri mencatat adanya peningkatan jumlah kantong darah golongan AB. Jika sebelumnya stok hanya 27 kantong, kini bertambah menjadi 30. Meski menunjukkan tren positif, PMI tetap mengingatkan bahwa ketersediaan darah AB masih tergolong rawan langka.
Kepala Bidang P2D2S PMI Kota Kediri, Nia, menyampaikan kabar baik ini saat dikonfirmasi pada Selasa pagi (13/5/2025). “Alhamdulillah, minggu ini ada kenaikan stok untuk golongan AB. Dari 27 menjadi 30 kantong,” jelasnya.
Menurut Nia, kenaikan ini berkat meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah, baik melalui unit tetap maupun mobil donor keliling. Namun ia menggarisbawahi bahwa darah AB masih tergolong langka karena jumlah pendonornya jauh lebih sedikit dibanding golongan lainnya.
Baca juga : Ariani Dwi Astutik, Pelari Asal Nganjuk Raih Juara Umum Putri di KHM IV Kediri
“Kesadaran untuk berdonor secara rutin sangat kami harapkan, terutama untuk golongan darah langka seperti AB,” tambahnya.
Berdasarkan data terkini, total stok darah yang tersedia di PMI Kota Kediri berjumlah 634 kantong. Rinciannya, golongan darah O sebanyak 291 kantong, B sebanyak 239, A sebanyak 80, dan AB sebanyak 30. Komponen darah terbanyak adalah Packed Red Cell (PRC), dengan dominasi dari golongan O dan B.
Guna menjaga stabilitas stok, PMI terus menggencarkan kegiatan donor darah melalui unit keliling. Beberapa lokasi strategis yang telah dijangkau antara lain McDonald’s Jalan Brawijaya, RS Bhayangkara, SMKN 2 Kediri, Auto 2000 Hasanuddin, serta titik-titik lainnya.
Baca juga : Libur Panjang Waisak, Lalu Lintas di Perbatasan Kediri Tetap Lancar, Ini Infonya
PMI Kota Kediri berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya donor darah, sebagai bagian dari kontribusi nyata untuk kemanusiaan.***
Reporter :Agus Sulistyo
Editor : Hadiyin





