Tidak Segera Ditangani, Orang Tua Korban Pelecehan Seksual di Kecamatan Pesantren Tuntut Keadilan, Polisi Beralasan Masih Menunggu Visum

Tidak Segera Ditangani, Orang Tua Korban Pelecehan Seksual di Kecamatan Pesantren Tuntut Keadilan, Polisi Beralasan Masih Menunggu Visum
Keluarga korban menuntut keadilan (Bidu)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM –  Orang tua korban pelecehan seksual di Kecamatan Pesantren Kota Kediri menuntut keadilan sebab pelakunya belum ditangkap. Padahal laporan resmi ke Polres Kediri Kota sudah disampaikan sejak 18 November lalu.

“ Anak saya masih kecil, masih SD, jadi korban pelecehan, saya hanya ingin anak saya aman dan pelaku dihukum,” ujar ibu korban, Kamis (4/12)
Ibu korban juga menganggap Polres Kediri Kota lamban dalam menangani kasus ini terbukti pelaku belum diamankan dan masih bisa berkeliaran bebas. Padahal anaknya selaku korban mengalami trauma yang mendalam.
“karena pelakunya tetangga sendiri, anak saya kalau ketemu pelaku, takut dan tertekan,” tambah ibu korban.
Bukan hanya itu, ibu korban juga membeberkan pengakuan memilukan tentang dugaan pelecehan seksual terhadap anaknya yakni modus utang-piutang.
.
“Pelaku bilang anak saya punya utang. Padahal cuma dikasih tiga ribu, lima ribu. Tapi ditagih jadi ratusan ribu. Kalau nggak bayar, anak saya dipaksa melakukan hal tidak pantas,” ujarnya

 “Anak saya tiap hari ke masjid. Ternyata dipaksa ke kamar mandi masjid untuk hal-hal begitu. Anak saya sampai takut cerita,” lanjutnya.

Ibu korban juga mengaku sempat didatangi keluarga pelaku yang ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, namun ia menolak.

“Saya menolak. Ini menyangkut masa depan anak saya. Saya minta diproses hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Kediri Kota,  Aiptu Andik Eko saat dikonfirmasi mengatakan bahwa perkara sudah ditangani dan sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Kediri.

“Kami sudah terima laporannya dan sudah kami tindak lanjuti, sesuai prosedur saat ini kami menunggu hasil visum,”tutupnya.***

Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D