KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI menilai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 yang digelar Kodim 0809/Kediri berjalan optimal dan sesuai sasaran.
Pembangunan jalan penghubung dari Dusun Sumber Bahagia menuju Dusun Kapasan, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, telah rampung 100 persen dan kini dapat dimanfaatkan sepenuhnya sebagai akses transportasi warga. Sementara sejumlah sasaran fisik lainnya, seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan MCK, sumur bor air bersih, sumur irigasi pertanian, serta musala, saat ini memasuki tahap akhir penyelesaian.
Tim Wasev Mabes TNI yang dipimpin Henry Subagyo selaku Paban V/Bhakti TNI Sterad, bersama Dicky Purwanto (Pabandya 3/Bin Wasev Bhakti TNI Sterad), meninjau langsung lokasi TMMD di Desa Gadungan, Rabu (4/3). Selain melakukan pemantauan, tim juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga penerima program renovasi rumah.
Baca juga : Buruan ! Dishub Kota Kediri Buka Program Balik Gratis 2026, 200 Kursi Disiapkan untuk Arus Balik Lebaran
Dalam kunjungan tersebut, Kolonel Henry didampingi Dansatgas TMMD ke-127 Letkol Inf David Nur Hardiansyah, Letkol Caj Nur Hasin (Pabandya Kodam V/Brawijaya), Kasdim 0809/Kediri Mayor Inf Yuliadi Purnomo, Pabung Kodim 0809/Kediri Mayor Inf Ngatari, jajaran pejabat Kodim 0809/Kediri, Forkopimcam Puncu, serta Kepala Desa Gadungan beserta perangkatnya.
Kolonel Henry menyampaikan bahwa capaian progres TMMD ke-127 Kodim 0809/Kediri telah sesuai perencanaan dan tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Gadungan, Kecamatan Puncu.
“Sekarang tinggal tahap finishing dan kami pastikan pada 11 Maret seluruh pekerjaan sudah tuntas. Program ini dirancang agar memiliki tingkat kemanfaatan tinggi bagi masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga. Kami berharap hasil pembangunan ini dapat dijaga dan dirawat bersama,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, tim memeriksa setiap titik sasaran program, mulai dari jalan tembus, sumur bor air siap konsumsi, RTLH, musala, hingga pembangunan MCK di rumah warga penerima manfaat. Tim juga meninjau sumur irigasi yang diperuntukkan bagi lahan pertanian seluas sekitar 5.000 hektare.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





