Jombang, LINGKARWILIS.COM — Perkembangan terbaru kecelakaan bus di ruas Tol Jombang–Mojokerto KM 689+500 A arah Surabaya mulai terungkap. Insiden yang sebelumnya masih dalam tahap evakuasi kini dipastikan sebagai kecelakaan tunggal yang diduga dipicu pecah ban.
Kanit PJR Jatim 3 Ditlantas Polda Jatim, Sudirman, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, bus Restu dengan nomor polisi N-7088-UG yang dikemudikan Nuril melaju dari arah Madiun menuju Surabaya melalui lajur cepat.
Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan diduga mengalami pecah ban belakang kanan sehingga kehilangan kendali. Bus kemudian oleng ke kanan, masuk ke parit median, dan akhirnya terguling dengan posisi menghadap ke barat.
“Diduga ban belakang kanan pecah sehingga kendaraan oleng ke kanan dan terperosok ke parit median, lalu terguling,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026) dini hari.
Baca juga : Mas Dhito Ingatkan PNS Baru Pemkab Kediri Jauhi Korupsi dan Bekerja Profesional
Dari hasil analisis sementara, pecahnya ban menjadi faktor utama penyebab kecelakaan tersebut.
Bus tersebut diketahui mengangkut lebih dari 30 orang, termasuk sopir dan kondektur. Akibat insiden itu, satu penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara 11 lainnya mengalami luka berat. Tidak ada laporan korban luka ringan.
Seluruh korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Salah satu korban luka berat adalah kondektur bus, Syamsudin (49), warga Kecamatan Badas, Kediri, yang mengalami patah tangan kiri dan saat ini menjalani perawatan di RS Al-Aziz.
Selain korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerugian materiil. Kerusakan pada kendaraan ditaksir mencapai sekitar Rp40 juta, sedangkan kerusakan fasilitas jalan tol masih dalam proses pendataan.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan penanganan lanjutan di lokasi kejadian serta pendataan korban, guna memastikan situasi kembali kondusif dan arus lalu lintas berjalan normal.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





