Kediri, LINGKARWILIS.COM – Warga RT 1 RW 1 Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, mengeluhkan dampak limbah galian proyek yang mencemari jalan desa dan membahayakan pengguna, terutama saat hujan. Tanah lempung yang terbawa ban truk pengangkut material membuat jalan menjadi licin dan berbahaya.
Selain itu, aktivitas truk proyek yang beroperasi hingga malam hari juga menimbulkan keresahan. Saat cuaca panas, debu jalanan mengganggu kenyamanan warga, sementara di musim hujan, lumpur dari roda truk semakin memperburuk kondisi jalan.
Anak-anak sekolah pun turut terdampak akibat padatnya lalu lintas truk di jam-jam sibuk.
Baca juga : Warga Desa Tiron yang Terdampak Tol Kediri-Tulungagung Kembali Geruduk Balai Desa, Ini yang Dilakukan
Roiz Muhamad, perwakilan warga, meminta Kepala Desa Tiron, Ina Rahayu, untuk segera memediasi pertemuan dengan pihak proyek, PT Hastari.
Menanggapi keluhan tersebut, Ina Rahayu menegaskan bahwa pemerintah desa akan segera menyurati dan memfasilitasi pertemuan antara warga dan pihak perusahaan.
“Kami akan mengundang PT Hastari untuk duduk bersama dan mencari solusi terbaik. Namun, keputusan terkait kompensasi dan pengaturan operasional truk sepenuhnya menjadi kewenangan perusahaan,” jelasnya, Kamis (20/2/2025).
Baca juga : Teatrikal Tiarap Warnai Demo Mahasiswa di DPRD Kota Kediri, Ini Tuntutannya
Roiz juga mengungkapkan bahwa PT Hastari sebelumnya menjanjikan bantuan sembako sebagai kompensasi setiap bulan. Namun, sejak November 2024, warga baru menerimanya satu kali dan tidak secara rutin sesuai perjanjian awal.
Warga mendesak kepastian solusi agar dampak proyek tidak terus berlanjut serta menuntut realisasi kompensasi yang telah dijanjikan oleh pihak perusahaan.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





