Warga Gimbo Keluhkan Debit Air Menurun Drastis, Soroti Aktivitas Pengeboran

Warga Gimbo Keluhkan Debit Air Menurun Drastis, Soroti Aktivitas Pengeboran
Warga Gimbo Keluhkan Debit Air Menurun Drastis, Soroti Aktivitas Pengeboran (Ist)

Batu, LINGKARWILIS.COM – Warga Dusun Gimbo, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mengeluhkan kondisi sejumlah sumber air yang disebut mengalami penurunan debit secara drastis. Bahkan, beberapa sumber air yang selama ini menjadi andalan warga dilaporkan telah berhenti mengalir.

Perwakilan warga RT 5 RW 6 Dusun Gimbo, Neno Pratama, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan warga melakukan inspeksi mendadak. Menurutnya, langkah itu merupakan puncak kekecewaan masyarakat karena aspirasi yang telah disampaikan sejak April 2025 dinilai belum mendapat tindak lanjut serius dari perusahaan maupun pemerintah daerah.

Neno menjelaskan, warga merasakan langsung dampak aktivitas PT ESA di sekitar wilayah tersebut. Berdasarkan survei yang dilakukan bersama, terdapat tiga sumber air yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat, yakni Sumber Mbahto, Sumber Gua Jepang, dan Sumber Jamitri.

Ketiga sumber tersebut kini disebut mengalami perubahan kondisi. Debit air di sejumlah titik mengalami penurunan cukup signifikan, bahkan ada sumber yang dilaporkan tidak lagi mengeluarkan air.

Baca juga : Mega Science Center dan Budaya di Kota Batu Trial Opening, Hadirkan 617 Alat Peraga Interaktif

“Padahal secara historis, meskipun puncak musim kemarau dulu sebelum ada pengeboran, air itu masih cukup untuk dimanfaatkan. Sekarang mati semenjak ada pengeboran, mulai 2025,” ungkap Neno.

Kondisi tersebut membuat warga harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Mereka terpaksa mengambil air atau ngangsu menggunakan galon dari sumber lain yang masih mengalir, meski debitnya disebut sangat terbatas.

Selain persoalan debit air, warga juga mempertanyakan sejumlah hal terkait kegiatan pengeboran. Salah satunya mengenai titik koordinat sumur bor pertama yang menurut warga tidak sesuai dengan izin yang dimiliki. Warga juga menyoroti penggunaan tiang pancang dalam jumlah besar di lokasi.

Meski demikian, Neno menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak keberadaan investasi di Kota Batu. Warga, kata dia, justru telah menawarkan alternatif kepada perusahaan agar pemanfaatan air dilakukan dengan mengambil sumber air permukaan dari kawasan Cangar dan Gunung Pirus.

Baca juga : Bantuan Beras Pemerintah Pusat Dinilai Meringankan Beban Warga Kabupaten Kediri

Pola tersebut disebut pernah diterapkan oleh pabrik jamur PT Karya Kompos Bagas (KKB), sehingga menurut warga dapat menjadi alternatif tanpa melakukan pengeboran Air Bawah Tanah (ABT) yang dikhawatirkan berdampak terhadap lingkungan.

“Yang kita tolak bukan investasinya, tapi perusakan lingkungannya dari pengeboran itu,” tegas Neno.

Warga kini berharap DPRD dan Pemkot Batu segera mengambil langkah konkret terkait persoalan tersebut. Mereka meminta keberlangsungan sumber air serta kelestarian lingkungan di Dusun Gimbo menjadi perhatian dan mendapatkan penanganan yang serius.***

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *