LINGKARWILIS.COM – The Ugly Stepsister film garapan Emilie Blichfeldt yang dirilis pada Maret 2025 mendapatkan respon positif dari penonton berkat film terbarunya ini.
Dalam film The Ugly Stepsister, Emilie berani membangun sudut pandang berbeda dari kisah Cinderella dengan mengisahkan Elvira, saudara tiri Agnes yang terobsesi ingin memiliki pangeran .
Seperti yang sudah kita ketahui, kisah Cinderella selalu menggambarkan Cinderella sebagai tokoh utama yang menderita akibat ibu tiri dan saudara tirinya.
Tetapi berbeda dengan The Ugly Stepsister yang menampilkan bagaimana perjuangan saudara tiri Agnes atau Cinderella yang rela melakukan hal gila apapun demi bersanding dengan sang pangeran.
Adapun beberapa fakta menarik yang wajib diketahui sebelum menonton. Hati-hati ada spoiler di dalamnya!
5 Fakta Mengejutkan Film The Ugly Stepsister
1. Keluarga Cinderella Jatuh Miskin
Ayah Cinderella yang seorang duda selalu diceritakan sebagai pria kaya dan hal itulah yang membuat ibu tirinya ingin menikahi ayah Cinderella.
Tetapi tidak dengan film karya Emilie ini, keluarga Agnes jatuh miskin sehingga dia menikahi Rebekka seorang janda dua anak yang kaya raya.
Fakta Otto, ayah Agnes tidak memiliki uang ketika ayahnya meninggal dunia. Agnes mengatakan pada Elvira dia menikahi Rebekka karena uang.
2. Saudari Tiri Tidak Jahat!
Berbeda dengan kisah Cinderella pada umumnya yang memperlihatkan Cinderella sering disiksa oleh kedua saudari tirinya.
Dalam film ini, saudari tiri Agnes tidak begitu jahat padanya melainkan ibu tirinya saja yang terlihat tidak peduli padanya dengan tidak memberikannya hak untuk mengubur ayahnya dengan layak.
Saudara tirinya, Elvira dan Alma tidak terlalu banyak mengusik kehidupan Agnes karena keduanya sibuk dengan kehidupannya masing-masing.
Elvira sibuk mempercantik dirinya ke salon demi mendapatkan hati sang pangeran sementara Alma adiknya sibuk memperhatikan keluarganya yang dia anggap ‘gila’.
3. Beauty is Pain
Definisi ‘Beauty is Pain’ sangat tergambar jelas dalam film The Ugly Stepsister, Elvira melakukan hal apa saja demi mempercantik dirinya untuk mendapatkan perhatian pangeran.
Dia rela melakukan berbagai operasi wajah mengerikan tanpa bius total diantaranya operasi hidung dan sulam bulu mata yang mengerikan. Adegan Elvira di kursi operasi adalah bagian yang sangat menakutkan.
Tidak hanya itu saja, Elvira juga rela memotong jari kakinya agar sepatu Cinderella yang dipakai Agnes pas dengan kakinya. Banyak sekali hal gila yang dilakukan Elvira untuk membuat dirinya terlihat cantik di mata raja.
4. Diet Telur Cacing Pita Pernah Ada
Diet telur cacing pita atau diet tapeworm yang dilakukan Elvira untuk mendapatkan tubuh ideal dengan cara instan dan cepat ternyata dalam dunia nyata pernah terjadi pada era Ratu Victoria sekitar tahun 1837 – 1901.
Pada jaman kerajaan, para perempuan di Inggris berlomba-lomba memiliki badan ramping sehingga mereka rela melakukan apapun demi mendapatkan berat badan ideal.
Diet ini terbilang cukup ekstrem karena jika tidak diawasi dengan benar akan berakibat buruk bagi tubuh seperti mengalami pusing kepala hebat, rambut rontok dan masih banyak lagi.
Seperti halnya yang dialami seorang wanita di AS melakukan diet telur cacing selama setahun untuk menurunkan berat badan, berdampak buruk pada tubuhnya hingga telur cacing ditemukan pada dagunya.
Tubuh wanita AS itu mengalami penurunan tetapi pil telur cacing pita yang dibeli dari dark web malah membuatnya menjadi sakit-sakitan.
5. Cinta Agnes pada pangeran tidak tulus
Agnes tidak seperti kisah Cinderella pada umumnya karena dirinya memiliki kekasih yakni seorang pengurus kuda di rumahnya sehingga cintanya pada pangeran terlihat tidak tulus.
Dia mendapatkan hukuman menjadi pembantu di rumahnya sendiri setelah ibu tirinya mengetahui Agnes tidur dengan pengurus kuda di kandang kuda semalaman
Agnes menginginkan menikah dengan pangeran bukan karena ketulusannya melainkan hanya ingin memiliki harta kekayaan pangeran.
Itulah beberapa fakta mengejutkan dibalik film The Ugly Stepsister, film ini juga menampilkan bagaimana seorang perempuan dipandang hanya sebagai objek pemuas nafsu saja.
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya






