LINGKARWILIS.COMβ Sedikitnya 58 warga Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung dilaporkan mengalami keracunan massal usai mengonsumsi Program Makanan Tambahan (PMT) berupa nasi soto ayam.
Kasus keracunan massal ini diketahui dipicu oleh kontaminasi dua jenis bakteri berbahaya yakni *Salmonella sp* dan Enterobacter.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang disajikan dalam kegiatan posyandu.
PMT berupa nasi soto ayam tersebut dikonsumsi oleh peserta posyandu dan warga sekitar, sekitar dua hari setelah kegiatan puluhan orang mulai mengalami keracunan massal dengan gejala diare, mual, dan pusing.
Kodim 0814 Jombang Berganti Komando, Pisah Sambut Digelar Penuh Kehangatan
Desi mengungkapkan bahwa kegiatan posyandu berlangsung pada Senin (16/6/2025), dan gejala keracunan mulai dirasakan oleh warga pada Rabu (18/6/2025).
Dinkes kemudian mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab dan mengirimkannya untuk diuji laboratorium.
Hasil uji sampel yang dilakukan di laboratorium RSUD dr. Iskak Tulungagung dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya menunjukkan bahwa makanan tersebut positif terkontaminasi bakteri Salmonella sp dan Enterobacter.
Kontaminasi ditemukan pada nasi, irisan daging ayam, kuah soto, potongan kubis, dan telur. Sementara itu, satu item dalam paket makanan, yakni mie bihun, dinyatakan bebas dari kontaminasi.
Kapolres Jombang Tegaskan Komitmen Presisi di Hari Bhayangkara ke-79
Pihak Dinkes juga telah memeriksa juru masak penyedia makanan, namun tidak ditemukan keberadaan kedua bakteri tersebut dalam tubuh juru masak.
Dari hasil itu, Desi menduga bahwa sumber kontaminasi kemungkinan berasal dari faktor lingkungan atau proses pengolahan makanan yang kurang higienis.
Pasca kejadian, Dinas Kesehatan Tulungagung berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi PMT pada seluruh kegiatan posyandu.
Desi menekankan pentingnya kebersihan, baik dari segi bahan makanan maupun proses pengolahannya, agar insiden serupa tidak kembali terulang.
Ia menambahkan bahwa berbagai faktor dapat memicu keracunan, mulai dari bahan baku yang sudah tercemar sejak awal, hingga teknik memasak yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.





