Kediri, LINGKARWILIS.COM – Ramadan yang biasanya membawa berkah bagi pedagang soto ayam di kawasan Tamanan, Kota Kediri, tahun ini justru lesu.
Jika tahun-tahun sebelumnya pesanan untuk buka bersama (buber) sudah berdatangan sejak sepekan awal puasa, kini suasana sepi. Bahkan, pelanggan non-muslim yang biasanya ramai di siang hari pun berkurang drastis.
Pak Jaenal, salah satu pedagang soto ayam di Muning, mengungkapkan bahwa biasanya di minggu pertama Ramadan, ia bisa menghabiskan 8-9 kilogram beras per hari. Namun, tahun ini, menghabiskan 4 kilogram saja menurutnya sudah luar biasa.
Baca juga : BNN Kediri Panggil Pengunjung Biliard yang Positif Narkoba untuk Asesmen
“Biasanya siang hari tetap ramai, tapi sekarang menjelang buka saja sudah sepi,” keluhnya pada Minggu (16/3/2025).
Selain penurunan pelanggan, kenaikan harga bahan pokok juga menjadi beban berat bagi pedagang.
“Harga bahan pokok makin naik, tapi kalau harga soto ikut naik, pelanggan bisa kabur,” ujarnya.
Baca juga : Kantor Imigrasi Kediri Gelar Bakti Sosial di Sanggar Kesehatan Jiwa Baitul Latifa
Ia pun mengaku tak ingin mengurangi bumbu demi menjaga cita rasa dagangannya.
“Kita harus tetap menjaga rasa, nggak mungkin mengurangi bumbu. Ya Allah…,” katanya lirih.
Para pedagang berharap situasi ini membaik menjelang pertengahan hingga akhir Ramadan, saat tradisi buka bersama biasanya meningkat.
Namun, dengan harga bahan pokok yang terus melonjak dan daya beli masyarakat yang melemah, mereka hanya bisa bertahan sambil berharap kondisi segera membaik.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





