LINGKARWILIS.COM – Ajang bergengsi Cannes Film Festival 2025 menjadi panggung baru bagi sejumlah proyek Indonesia untuk memperluas jangkauan internasional.
Beberapa proyek terpilih dari tanah air ambil bagian dalam Cannes Film Market 2025, sebuah forum penting bagi pelaku industri film dunia yang berlangsung bersamaan dengan festival utama didi Cannes, Prancis, pada 13 hingga 24 Mei mendatang.
Lewat forum ini, para produser membawa film Indonesia seperti Jumbo, Ikatan Darah, Pangku hingga Monster Pabrik Rambut dan Rose Pandanwangi untuk ditawarkan ke distributor, investor, serta mitra kolaborasi global.
Lalu apa saja proyek Indonesia yang akan dibawa ke Cannes Film Festival 2025 nanti? Berikut ini daftar film Indonesia yang berhasil masuk daftar.
Sinopsis dan Daftar Pemain Cocote Tonggo, Film Terbaru Bayu Skak yang Dibintangi Artis Ternama!
7 Film Indonesia di Cannes Film Festival 2025
1. Pangku
Film ini mengangkat kisah Sartika (diperankan Claresta Taufan), seorang perempuan muda yang sedang mengandung dan memutuskan meninggalkan kampung halamannya demi masa depan yang lebih baik bagi sang buah hati.
Perjalanannya membawanya ke jalur Pantura, di mana ia bertemu dengan Bu Maya (Christine Hakim), pemilik kedai kopi yang dikenal dermawan.
Bu Maya menerima Sartika dengan tangan terbuka dan merawatnya hingga proses persalinan tiba. Namun, di balik sikap hangat itu, tersembunyi niat tersembunyi.
Setelah melahirkan, Sartika justru terjebak dalam situasi sulit: ia dipaksa bekerja sebagai pelayan di kedai kopi pangku milik Bu Maya.
Dalam kondisi yang serba tidak pasti, hadir sosok Hadi (Fedi Nuril), seorang sopir truk pengangkut ikan, yang menjadi titik terang dalam kehidupan Sartika yang penuh luka dan harapan.
2. Jumbo
Visinema Studios bekerja sama dengan Springboard dan Anami Films menghadirkan “Jumbo”, film animasi fantasi petualangan yang tayang perdana pada 31 Maret 2025.
Disutradarai oleh Ryan Adriandhy dalam debutnya, film ini menampilkan deretan pengisi suara ternama seperti Prince Poetiray, Quinn Salman, Bunga Citra Lestari, dan Ariel Noah.
Film ini mengikuti kisah Don, bocah yatim piatu berusia 10 tahun yang kerap diremehkan karena postur tubuhnya yang besar. Dunia Don berubah saat ia menemukan harapan dan keberanian melalui sebuah buku dongeng peninggalan orang tuanya. Buku penuh ilustrasi ajaib itu menjadi pintu pelariannya dari lingkungan yang sering memperlakukannya dengan tidak adil.
3. Renoir
Film Renoir resmi terpilih untuk melakukan penayangan perdana dunia sekaligus bersaing dalam kompetisi utama Festival Film Cannes ke-78. Karya ini merupakan hasil produksi lintas negara antara Jepang, Prancis, Singapura, Filipina, dan Indonesia, menandai pencapaian penting bagi perfilman Asia Tenggara.
Disutradarai oleh Chie Hayakawa, sineas Jepang yang sebelumnya dikenal lewat film Plan 75—peraih Special Mention di Cannes 2022 Renoir digarap oleh produser Eiko Mizuno-Gray dan Jason Gray (Loaded Films Ltd.), dengan keterlibatan Yulia Evina Bhara serta Amerta Kusuma dari KawanKawan Media sebagai ko-produser mewakili Indonesia.
Film bergenre drama coming-of-age ini mengikuti kisah Fuki, gadis 11 tahun yang menjalani musim panas penuh gejolak di Jepang akhir 1980-an.
Di tengah penyakit ayahnya dan tekanan emosional ibunya, Fuki harus tumbuh dengan cepat di lingkungan yang penuh dinamika dan persoalan dewasa. Film ini dibintangi Yui Suzuki sebagai Fuki, bersama Hikari Ishida dan Lily Franky.
4. Monster Pabrik Rambut
Film horor Indonesia Monster Pabrik Rambut mengisahkan tentang Putri, seorang gadis muda yang harus mengemban beban keluarga setelah kematian misterius ibunya.
Terpaksa bekerja di sebuah pabrik rambut, Putri dan adiknya, Ida, mulai mengalami berbagai kejadian aneh di tempat kerja tersebut.
Mereka sering mendengar bisikan tak kasat mata, melihat penampakan misterius, dan menyaksikan peristiwa ganjil yang menimpa para pekerja lain.
Ida yang meyakini bahwa kematian ibunya bukanlah kecelakaan biasa, menyelidiki lebih jauh dan menemukan rahasia gelap yang tersembunyi di balik pabrik tersebut.
5. Biopik Rose Pandanwangi
Rose Pandanwangi, penyanyi seriosa asal Makassar sekaligus istri maestro lukis S. Sudjojono, akan dihidupkan kembali oleh aktris Chelsea Islan dalam proyek film terbaru. Demi memerankan sosok ibu Rose dengan autentik, Chelsea berencana mempelajari teknik bernyanyi seriosa secara khusus tahun ini.
“Rencananya saya akan belajar seriosa, karena untuk memerankan ibu Rose Pandanwangi memang diperlukan banyak latihan,” ungkap Chelsea, menegaskan komitmennya dalam mendalami peran tersebut
6. Ikatan Darah
Uwais Pictures rumah produksi yang didirikan oleh Iko Uwais, mengumumkan akan merilis dua film aksi perdana mereka pada tahun 2025.
Film berjudul Ikatan Darah dan Timur menjadi proyek andalan dari rumah produksi ini, dengan masing-masing disutradarai oleh Sidharta Tata dan Iko Uwais sendiri.
Kedua film tersebut telah rampung diproduksi pada tahun 2024. Bersamaan dengan pengumuman resmi peluncuran Uwais Pictures pada 21 Januari 2025, kedua film ini diumumkan siap ditayangkan dalam waktu dekat, meskipun jadwal pasti penayangannya belum diumumkan.
Ryan Santoso bertindak sebagai produser, sementara Yentonius Jerriel Ho bertanggung jawab sebagai produser eksekutif untuk proyek-proyek ini.
7. IP Komik Lokal
Untuk pertama kalinya, tiga karya komik lokal Indonesia berhasil menembus ajang bergengsi di Cannes, Paris. Dalam event Marche du Film yang menjadi bagian dari Festival Film Cannes 2025,
Indonesia turut ambil bagian dalam Asian IP Showcase, sebuah platform yang memamerkan Intellectual Property (IP) dari Asia.
Tiga komik yang mewakili Indonesia di ajang tersebut adalah Bandits of Batavia karya Bryan Valenza, JITU yang diterbitkan oleh Caravan Studio, serta Locust dari Iskandar Salim yang dirilis oleh Kosmik Studio. Kehadiran ketiga karya ini menandai langkah penting bagi industri komik Indonesia di panggung internasional.





