LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Tulungagung diproyeksikan bakal menerima bantuan miliaran rupiah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana alam. Bantuan tersebut diperkirakan cair pada akhir tahun 2025.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan ke kantor BNPB di Jakarta guna mengusulkan anggaran perbaikan infrastruktur.
Saat ini, proses pengajuan tersebut telah mencapai sekitar 80 persen dan dinilai tinggal menunggu tahap realisasi akhir.
“Jika tidak ada hambatan, kami optimistis bantuan ini dapat direalisasikan akhir tahun ini,” ujar Gatut saat ditemui pada Sabtu (12/7/2025).
Produksi Sampah di Tulungagung Capai 20 Ribu Ton dalam Enam Bulan, Didominasi Sampah Rumah Tangga
Menurutnya, anggaran yang diajukan mencapai sekitar Rp 17,5 miliar. Meski belum merinci titik-titik yang akan menjadi sasaran perbaikan, Gatut menyebut bahwa dana tersebut akan difokuskan untuk membenahi infrastruktur jalan dan jembatan yang terdampak bencana, baik dari kejadian tahun lalu maupun tahun ini.
Salah satu infrastruktur yang kemungkinan akan menjadi prioritas perbaikan adalah Jembatan Junjung di Desa Junjung, Kecamatan Boyolangu yang dilaporkan rusak parah akibat bencana.
Selain itu, sejumlah ruas jalan di Kecamatan Pagerwojo dan Kecamatan Karangrejo juga masuk dalam daftar wilayah terdampak.
“Intinya, dana ini akan kami gunakan untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana,” tambahnya.
Sekolah Rakyat di Jombang Mulai 14 Juli, Guru Sudah Disiapkan Kemensos
Selain menggandeng BNPB, Pemkab Tulungagung juga telah mengajukan proposal bantuan dana ke Komisi V DPR RI melalui skema Instruksi Presiden (Inpres). Nilai usulan tersebut mencapai Rp 100 miliar dan difokuskan untuk perbaikan ruas jalan kabupaten.
Namun demikian, Gatut menyadari bahwa jumlah anggaran yang nantinya disetujui bisa saja tidak sesuai dengan usulan awal. Meski begitu, pihaknya tetap siap untuk langsung menindaklanjuti proses perbaikan setelah dana diterima.
“Berapa pun anggaran yang direalisasikan, kami akan segera melaksanakan perbaikan sesuai dengan kebutuhan yang ada,” pungkasnya.





