Trenggalek, LINGKARWILIS.COM – Banjir di Desa/Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek tidak hanya merusak empat rumah warga dan sebuah masjid, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas pendidikan di sebuah sekolah setingkat SMA di daerah tersebut. Madrasah Aliyah Nurul Ulum terpaksa meliburkan muridnya karena bangunan sekolah mengalami kerusakan parah akibat terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1-1,5 meter.
Baca juga : DPRD Kota Kediri Gelar Halal Bihalal, Tingkatkan Silaturahmi dengan Semangat Kebersamaan
Kondisi ini mengakibatkan masuknya air ke lingkungan sekolah, merendam semua fasilitas termasuk ruang komputer, ruang guru, dan ruang kelas. Peralatan di dalam sekolah seperti komputer, perpustakaan, dan peralatan lainnya juga terendam banjir. Ketinggian air yang masuk ke ruangan mencapai 1-1,5 meter.
Akibat kerusakan tersebut, sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar. Aktivitas pembersihan dan perbaikan fasilitas sekolah dilakukan oleh guru, tenaga pendidik, dan petugas gabungan. Pembelajaran di sekolah direncanakan akan dimulai kembali pada Senin (22/4) setelah proses pembersihan selesai dilakukan pada Sabtu (20/4).
Selain itu, data terbaru dari BPBD Trenggalek menunjukkan bahwa bencana banjir dan longsor melanda 15 desa dari 7 kecamatan di Trenggalek, dengan total delapan rumah warga rusak dan kerusakan pada sebuah masjid. Meskipun demikian, tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana tersebut.
Baca juga : Ada Loker Jadi Dosen! Ini Info Lowongan Kerja Kediri April 2024
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Agoes Setiyono, menyebutkan bahwa belum ada laporan mengenai kerusakan fasilitas pendidikan tingkat dasar hingga menengah pertama di Kabupaten Trenggalek.
Meskipun demikian, aktivitas pembelajaran sempat terkendala karena proses pembersihan material, namun sekolah masih tetap dapat melaksanakan kegiatan belajar.***





