Kediri, LINGKARWILIS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri merespon serius informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda terkait cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda wilayah Jawa Timur.
Cuaca ekstrem ini, termasuk intensitas hujan ringan hingga sangat deras, diperkirakan terjadi pada periode 1 hingga 7 Juli 2024.
Stefanus Joko Sukrisno, Kepala BPBD Kabupaten Kediri, membenarkan adanya informasi perubahan cuaca ekstrem di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Kediri. Informasi ini tertuang dalam surat dengan nomor B/ME.02.04/031/KSUB/VII/2024 tentang kewaspadaan peningkatan potensi hujan di musim kemarau di Jawa Timur.
Baca juga : Kelurahan Banaran, Kota Kediri, Gelar Pemilihan Ketua RT dan RW, Berlangsung Lancar dan Aman, Ini Infonya
“Informasi tersebut pada 1 Juli hingga 7 Juli 2024 tentang perubahan cuaca yang begitu cepat. Saat ini seluruh wilayah Jawa Timur sudah berada pada musim kemarau, tetapi adanya gangguan gelombang Ekuatorial Rossby dan Madden–Julian Oscillation (MJO) menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah Jawa Timur pada periode 01–07 Juli 2024,” jelas Joko.
Wilayah yang terdampak termasuk Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Kediri, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Blitar, Kabupaten Jombang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Tuban.
BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap peningkatan kecepatan angin dan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan secara tidak merata.
Baca juga : Sudut Cantik Kediri Buka Lowongan Kerja dengan 4 Posisi Menarik di Juli 2024, Segera Merapat
“Diharapkan masyarakat lebih mengantisipasi terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang,” tambah Joko.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk memanen air hujan sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau. Pengumpulan air hujan dapat membantu mengurangi risiko kekurangan air serta mendukung konservasi air di daerah yang sering mengalami kekeringan.
“Kami imbau masyarakat Kabupaten Kediri memahami, mengetahui kondisi cuaca dan perubahan cuaca ekstrem dalam minggu ini. Pengurangan risiko kebencanaan kiranya perlu juga diperhatikan untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa,” ujar Joko.
Untuk memantau kondisi cuaca terkini, masyarakat dapat mengakses citra radar cuaca WOFI melalui website BMKG Juanda, serta mendapatkan informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2-3 jam ke depan melalui website BMKG Juanda dan media sosial @infobmkgjuanda, atau menghubungi saluran telepon 24 jam di (031) 8668989 dan WhatsApp di 0895800300011.***
Reporter : Wijayanto
Editor : Hadiyin





