Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Warga Desa Dukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung kembali menggelar tradisi Labuh Massal, Senin (1/6/2026). Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang melimpah sekaligus harapan agar sektor pertanian terus berkembang.
Kepala Desa Dukuh, Cuk Sindu Wiyoso, mengatakan sebagian besar masyarakat di desanya menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian. Karena itu, keberlangsungan tradisi Labuh Massal selalu dipertahankan sebagai bagian dari budaya sekaligus ungkapan terima kasih atas hasil panen yang diperoleh para petani.
Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian perlu terus didukung melalui pembangunan berbagai sarana penunjang, terutama terkait ketersediaan air irigasi. Dalam waktu dekat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dijadwalkan melakukan survei untuk rencana pengeboran sumur dalam hingga kedalaman sekitar 150 meter.
Baca juga : Diduga Akibat Korsleting Listrik, Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar
“Kami berharap persoalan kebutuhan air dapat teratasi. Selain itu, bantuan alat pertanian seperti hand traktor juga sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengungkapkan bahwa sektor pertanian di Tulungagung menunjukkan kinerja yang positif sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, lahan padi seluas 100 ru mampu menghasilkan sekitar satu ton gabah, yang menunjukkan produktivitas pertanian masih berada pada kondisi yang baik.
Ia menjelaskan, pada April 2026 lalu, produksi gabah kering panen di Tulungagung mencapai 138.688,59 ton yang berasal dari lahan seluas 19.841 hektare. Dari capaian tersebut, Kabupaten Tulungagung tercatat mengalami surplus beras sekitar 49.985,50 ton.
“Produksi beras tahun ini masih surplus. Bahkan pada tahun 2025 lalu, surplus beras juga mencapai 94.638,08 ton. Dengan kondisi tersebut, stok dan cadangan pangan di Tulungagung sangat aman,” jelasnya.
Baharudin menambahkan, sejumlah persoalan yang selama ini menjadi keluhan petani, seperti ketersediaan pupuk, kini mulai berangsur teratasi. Menurutnya, distribusi pupuk saat ini lebih mudah diakses dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Baca juga : PDI Perjuangan Kota Kediri Lantik 33 Pengurus PAC Baru, Perkuat Regenerasi Kader
Terkait usulan bantuan hand traktor dari petani Desa Dukuh, pihaknya mempersilakan kelompok tani mengajukan proposal sesuai prosedur yang berlaku. Pemerintah daerah, kata dia, juga terus berupaya menghadirkan alat dan mesin pertanian modern guna menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.
“Jika memang membutuhkan hand traktor, silakan diajukan sesuai ketentuan. Pemerintah juga terus mengupayakan bantuan alat pertanian modern agar biaya produksi petani semakin rendah dan hasil usaha tani lebih optimal,” pungkasnya.***
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





