LINGKARWILIS.COM – Tahun Baru Imlek menjadi salah satu momen perayaan yang dinantikan oleh umat Tionghoa di berbagai dunia.
Sama seperti perayaan lainnya, di momen Tahun Baru Imlek juga terdapat beberapa tradisi yang hingga kini masih dilakukan oleh masyarakat.
Beberapa tradisi yang dilakukan di momen Tahun Baru Imlek ini tentunya memiliki makna tersendiri bagi mereka yang merayakannya.
Berikut adalah beberapa tradisi dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang hingga kini masih sering dilakukan oleh masyarakat.
5 Resep Pangsit Khas Imlek yang Simple dan Nikmat, Yuk Coba!
8 Tradisi dalam Perayaan Tahun Baru Imlek
1. Berdoa dan Beribadah
Tujuan dari prosesi ini adalah untuk mendoakan para leluhur yang telah meninggal dunia.
Menjelang perayaan, banyak orang yang juga menyajikan makanan seperti buah-buahan, kue, dan daging untuk didoakan. Doa ini umumnya dilakukan oleh pemeluk agama Budha dan Konghucu.
2. Barongsai
Masyarakat Tionghoa masih mempertahankan atraksi barongsai saat perayaan. Pertunjukan barongsai biasanya melibatkan akrobat yang dilakukan oleh dua orang.
Mereka mengenakan kostum singa, di mana salah satu dari mereka mengangkat bagian depan tubuh singa dan yang lainnya mengendalikan bagian belakang.
Lebih dari sekedar hiburan, hiburan ini diawali dengan cerita tentang monster yang tinggal di sebuah desa di Cina.
Para penduduk kemudian memutuskan untuk mengenakan kostum singa dan mengusir roh jahat.
Tradisi barongsai sebagai simbol keberuntungan, kemakmuran, dan pengusiran roh jahat telah mendarah daging dalam budaya Tionghoa.
5 Resep Pangsit Khas Imlek yang Simple dan Nikmat, Yuk Coba!
3. Berbagi Angpao
Angpao adalah salah satu tradisi yang paling dinantikan dalam perayaan masyarakat Tionghoa.
Tradisi ini biasanya dilakukan dengan memberi Angpao kepada keluarga atau kerabat yang lebih tua atau yang sudah menikah namun masih lajang.
Warna merah pada Angpao melambangkan keberuntungan, kebaikan, dan kemakmuran.
Angpao sendiri diharapkan bisa membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi penerimanya.
Oleh karena itu, tradisi pemberian Angpao menjadi hal yang penting dalam perayaan tahun baru, dengan angka 8 dianggap membawa keberuntungan.
4. Petasan dan Kembang Api
Menyalakan petasan adalah salah satu kegiatan yang paling populer selama perayaan berlangsung.
Perayaan yang meriah ini akan terasa kurang lengkap tanpa adanya petasan dan kembang api, yang biasanya berbentuk gulungan kertas merah.
Orang-orang sering begadang untuk menyalakan petasan, yang bertujuan untuk menyambut momen ini dan mengusir roh jahat yang berasal dari tahun sebelumnya.
Di beberapa tempat di Tiongkok, ada pula pertunjukan kembang api di tempat umum.
Resep Wedang Ronde ala Chef Devina Hermawan yang Simple dan Nikmat, Cocok untuk Musim Hujan!
5. Membersihkan Rumah
Pada momen perayaan ini, membersihkan rumah menjadi salah satu tradisi yang tak terlupakan.
Aktivitas ini dilakukan untuk menghilangkan hal-hal buruk yang menghalangi kebahagiaan masuk ke rumah dan diyakini dapat mendatangkan kemakmuran.
Namun, pembersihan rumah tidak dilakukan pada hari pertama perayaan karena diyakini dapat membuang keberuntungan dan kekayaan yang akan datang.
6. Mendekorasi Rumah Bernuansa Warna Merah
Menjelang Festival Musim Semi, banyak orang membersihkan rumah mereka sebagai simbol pembersihan dari kemalangan tahun sebelumnya dan persiapan menyambut keberuntungan.
Merah dianggap sebagai warna utama dalam perayaan masyarakat Tionghoa karena melambangkan kemakmuran dan energi, serta dipercaya dapat mengusir roh jahat dan hal-hal negatif.
Lentera merah digantung di jalan, dan syair merah serta gambar perayaan ditempel di pintu.
Penggunaan warna merah menjadi ciri khas dari perayaan ini, dari dekorasi rumah hingga pakaian yang dikenakan, karena melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kekuatan.
Tidak hanya itu, warna merah juga dipercaya dapat mengusir makhluk buas seperti Nian yang dapat mengganggu manusia, terutama anak-anak.
Mengapa Warna Merah Selalu Ada Saat Tahun Baru Imlek? Ini Alasan Lengkapnya!
7. Makan Hidangan Tertentu
Perayaan ini juga identik dengan hidangan tertentu yang memiliki makna keberuntungan, seperti Mi Panjang Umur (Siu Mie) yang dipercaya dapat memberikan umur panjang bagi siapa saja yang merata secara teratur.
Yusheng adalah salad khas Tiongkok yang berisi sayuran, ikan segar, dan bahan lainnya.
Sebelum disajikan, salad ini harus diaduk dan diangkat setinggi mungkin untuk melambangkan keberuntungan.
Pangsit, yang berbentuk kantong dan mirip dengan mata uang Cina kuno, diyakini membawa kemakmuran dan kebahagiaan bagi keseluruhannya.
Tumis sayur yang kaya vitamin dan serat, juga merupakan hidangan wajib dalam perayaan ini, yang dipercaya dapat membawa keharmonisan dan kebahagiaan. Sayuran hijau melambangkan doa untuk umur panjang dan kesehatan orang tua.
8. Makan Malam Bersama dan Reuni Keluarga
Makan malam adalah acara yang sangat penting bagi seluruh keluarga Tionghoa yang merayakan momen ini.
Kegiatan ini menjadi pertemuan bagi keluarga besar, di mana meskipun jarak berpisah, setiap keluarga berusaha untuk pulang dan berkumpul kembali.
Hidangan yang disajikan umumnya adalah masakan rumahan, dan ikan selalu menjadi hidangan yang wajib ada di meja makan.
Hal ini karena pelafalan kata “ikan” (Yu) memiliki arti “berlebihan,” yang melambangkan dalam hal perlengkapan rumah tangga maupun kekayaan.
Nah itulah beberapa tradisi yang masih sering dilakukan masyarakat di momen Tahun Baru Imlek, kalian pernah ikut merayakannya?
Penulis: Rafika Pungki Wilujeng
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya






