Blitar, LINGKARWILIS.COM β Ribuan warga memadati jalan protokol Kota Blitar untuk menyaksikan puncak perayaan Imlek 2576 yang dimeriahkan dengan pawai barongsai.
Pawai ini dimulai dari Kelenteng Poo An Kiong di Jalan Mawar, Kota Blitar, dan menempuh rute sepanjang 8 kilometer, melewati Jalan Merdeka Barat, Jalan Mastrip, Jalan TGP, Jalan Ahmad Yani, Jalan Merdeka, Jalan Anggrek, hingga Jalan Cempaka.
Sebanyak delapan barongsai dan satu leang-leong turut serta dalam pawai ini. Para pemain barongsai berkeliling dan berhenti di depan toko-toko untuk menerima angpao dari pemilik usaha, sebuah tradisi yang diyakini membawa keberuntungan bagi bisnis mereka.
Baca juga :Β Pelayanan PKG Tidak Ganggu Layanan Puskesmas di Kabupaten Kediri
Koordinator pawai, Daniel, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu diadakan untuk memeriahkan Imlek.
“Sudah menjadi tradisi. Setiap tahun, barongsai keluar dari kelenteng untuk menyambut Imlek. Harapannya, perayaan ini membawa kemakmuran bagi semua,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa tahun Ular ini diyakini membawa keberuntungan bagi masyarakat keturunan Tionghoa. Oleh karena itu, banyak pemilik toko yang menyambut barongsai dengan memberikan angpao agar usaha mereka semakin lancar dan sukses.
Baca juga :Β Kelurahan Gayam Kota Kediri Gencarkan Program Pemberian Vitamin A untuk Balita, Ini Infonya
Menariknya, mayoritas pemain barongsai dalam perayaan ini justru berasal dari warga pribumi, dengan persentase sekitar 70 persen, sementara warga keturunan Tionghoa hanya sekitar 30 persen. Bahkan, beberapa di antara mereka mengenakan hijab.
“Kami senang karena barongsai semakin diterima oleh masyarakat luas dan menjadi bagian dari seni budaya yang dilestarikan,” tambah Daniel.
Keikutsertaan warga pribumi dalam pawai ini menjadi bukti nyata akulturasi budaya di Kota Blitar, di mana seni barongsai bukan hanya sekadar tradisi komunitas Tionghoa, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya bersama.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





