LINGKARWILIS.COM – SMA Budi Utomo Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, menciptakan inovasi pendidikan melalui program ‘Dual Track’ mandiri. Program ini dirancang untuk memberikan pilihan kepada siswa yang ingin mengasah keterampilan praktis, sebagai bekal menghadapi dunia kerja setelah lulus.
Dalam program ini, siswa dapat memilih salah satu dari tujuh kelas keterampilan yang tersedia, yakni Pendingin AC, Las Listrik, Desain Grafis, Computer Office, Content Marketing, Tata Rias, dan Tata Boga.
Pembina Yayasan Budi Utomo, Ahmad Fawas menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk merealisasikan visi pemerintah dalam menciptakan lulusan SMA yang siap bekerja.
“Kami melihat bahwa tidak semua siswa ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Jika mereka tidak memiliki keterampilan, hal ini bisa menjadi beban bagi keluarga. Oleh karena itu, kami ingin membekali mereka dengan skill yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja,” ujar Ahmad Fawas dalam keterangannya, Rabu (5/2).
Kanit Lantas Polsek Kediri Kota Bantu Pelajar SMA yang Kehilangan Uang Iuran, Ini Infonya
Sebagai langkah konkret, sekolah telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan dan pelaku usaha. Harapannya, lulusan yang tidak berkuliah tetap memiliki peluang kerja sesuai keahlian yang mereka pelajari.
“Kami ingin siswa memiliki bekal agar bisa membantu keluarga, bukan menjadi beban. Oleh karena itu, kami menggandeng perusahaan dan pelaku usaha agar mereka memiliki ruang kerja setelah lulus,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Budi Utomo Gadingmangu, ‘Heboh Handono’, menegaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata siswa setelah lulus. ‘Dual Track’ diselenggarakan secara mandiri di luar jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal, sehingga tidak mengganggu proses akademik utama.
“Program ini melengkapi materi akademis dan non-akademis, sesuai dengan kebutuhan siswa, harapan orang tua, serta dukungan dari pondok pesantren, yayasan, dan mitra kerja,” jelas Heboh Handono.
Resep Gurame Bakar untuk Menu Buka Puasa yang Spesial, Ide dari Chef Rudy Choirudin!
Saat ini, program ‘Dual Track’ telah berjalan selama ‘2–3 tahun’ dan diterapkan untuk siswa kelas 10, 11, dan 12. Sekitar 1.678 siswa mendapatkan kebebasan memilih keterampilan yang diminati, tanpa adanya kewajiban.
“Orang tua tidak perlu khawatir akan beban biaya yang berat, karena program ini disesuaikan dengan kebutuhan dan dijalankan secara mandiri. Tidak ada bantuan dari pemerintah, semuanya murni dari usaha sekolah serta dukungan mitra kerja,” tutupnya.
Sebagai informasi, program Dual Track yang dikembangkan SMA Budi Utomo Gadingmangu berbeda dengan Double Track yang dicanangkan pemerintah, di mana program pemerintah lebih terintegrasi dengan KBM.
