Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) kembali menyalurkan bantuan hibah pupuk kepada petani tembakau pada tahun 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi tembakau di Kabupaten Kediri agar hasil panen terus meningkat setiap tahunnya.
Hadi Tri Mulyono, Sub Koordinator Pembenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Dispertabun Kabupaten Kediri, mengungkapkan bahwa bantuan disalurkan pada Rabu (12/2/2025) siang di Kecamatan Tarokan, dengan cakupan 1.000 hektare lahan tembakau.
“Bantuan ini meliputi 350 ton ZA, 100 ton Pospat, 100 ton ZK, 200 ton dolomit, serta 24 unit alat perajang tembakau. Diharapkan petani dapat lebih optimal dalam bertani, produksi meningkat, dan hasil panen bebas dari hama,” jelasnya.
Baca juga : Hendak Beli Sayur, Seorang Istri di Pare, Kediri, Temukan Suami Gantung Diri di Ruang Tamu
Hadi menambahkan bahwa sentra pertanian tembakau di Kabupaten Kediri tersebar di beberapa kecamatan, seperti Grogol, Semen, Tarokan, Purwoasri, Gampengrejo, Papar, dan Kandat.
Dengan adanya bantuan ini, produksi tembakau tahun 2024 diproyeksikan mencapai 1.500 ton, meningkat dari 1.300 ton pada tahun 2023.
“Saat ini harga tembakau kering berkisar antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Selain itu, Pemkab Kediri juga memfasilitasi kemitraan dengan PT Sadana untuk pemasaran hasil panen.
Petani kini semakin merasakan dampak positifnya karena harga tembakau yang stabil dan cenderung meningkat,” tambahnya.
Dengan dukungan ini, diharapkan sektor pertanian tembakau di Kabupaten Kediri semakin berkembang dan berkontribusi pada perekonomian daerah.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





