KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mendorong percepatan pembangunan di wilayah barat Sungai Brantas, Kota Kediri, guna menciptakan pemerataan ekonomi.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri rapat paripurna serah terima jabatan dan penyampaian visi-misi Vinanda Prameswati – Qowimuddin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri periode 2025-2030.
Menurut Emil, saat ini pertumbuhan ekonomi Kota Kediri masih didominasi sektor industri pengolahan, yang hampir 80% berasal dari satu perusahaan besar.
Baca juga : Pemkab Kediri Bagikan 200 Takjil Setiap Hari Selama Ramadan, Ini Infonya
Untuk mengurangi ketergantungan ini, perlu adanya diversifikasi ekonomi, salah satunya dengan mendorong pertumbuhan di wilayah barat Brantas.
“Perekonomian Kota Kediri masih bertumpu pada satu industri besar. Untuk itu, pengembangan wilayah barat sungai penting agar tercipta efek pengungkit yang lebih luas,” ujar Emil dalam rapat di Kantor DPRD Kota Kediri, Rabu (5/3/2025).
Selain pemerataan pembangunan, Emil juga menyinggung mitos yang selama ini berkembang di masyarakat terkait wilayah barat sungai. Namun, keberadaan berbagai proyek strategis seperti SMA Taruna Brawijaya, Kampus Universitas Brawijaya, dan Bandara Kediri menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Persik Kediri Siap Maksimalkan Peluang Saat Bertandang ke Markas Maung Bandung
“Mitos sudah terhapus. Sekarang wilayah barat sungai siap menerima investasi. Banyak proyek besar telah berdiri di sana,” tambah Emil.
Agar pengembangan lebih optimal, Emil mengusulkan penguatan industri ekonomi kreatif dan digital sebagai daya tarik utama di wilayah barat Brantas. Hal ini diharapkan dapat menciptakan tren ekonomi baru serta mendorong peningkatan transaksi ekonomi yang berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus bangga bisa menjadi penentu tren baru dalam pembangunan ekonomi,” katanya.
Emil juga menekankan pentingnya memasukkan pengembangan wilayah barat sungai dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan indikator yang konkret. Apalagi, proyek Selingkar Wilis juga akan memberikan dampak besar pada sektor pariwisata di Kediri dan sekitarnya.
“Arah pembangunan harus dirumuskan dengan jelas agar seluruh elemen bisa bekerja sesuai indikator yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, diharapkan wilayah barat Sungai Brantas di Kota Kediri dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.***
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Hadiyin






