LINGKARWILIS.COM – Beberapa Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Tulungagung kini berperan sebagai pemasok berbagai kebutuhan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bumdes tersebut bertugas menyediakan bahan-bahan yang diperlukan bagi dapur MBG di Kabupaten Tulungagung.
Kabid Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung, Wahyu Yuniarko, menyampaikan bahwa guna mendukung program MBG dari Pemerintah Pusat, sejumlah Bumdes di Tulungagung telah siap berkolaborasi demi kelancaran pelaksanaan program ini.
Bumdes yang ada di Tulungagung berpotensi menjadi pemasok utama kebutuhan dapur selama program MBG berlangsung. Mengingat kebutuhan bahan makanan dalam program ini cukup besar dan berkelanjutan, diperlukan pemasok tetap untuk memastikan pasokan tetap terpenuhi.
“Program MBG menjadi peluang bagi Bumdes untuk berkembang. Bumdes yang ada bisa menyetok berbagai kebutuhan dapur MBG,” ujar Wahyu Yuniarko, Senin (10/3/2025).
Dinsos Tulungagung Usulkan Ratusan Bantuan bagi Disabilitas dan Masyarakat Rentan
Wahyu menambahkan bahwa kehadiran Bumdes sangat potensial dalam mendukung kelancaran program MBG melalui penyediaan berbagai produk dari masing-masing Bumdes. Namun, kesiapan Bumdes dalam mencukupi kebutuhan dapur program ini tetap menjadi perhatian utama.
Saat ini, tercatat sudah ada empat Bumdes di Tulungagung yang bermitra dengan dapur MBG. Masing-masing Bumdes memasok kebutuhan berbeda, seperti ikan lele filet, gas LPG, telur ayam, sayuran, hingga pengelolaan minyak jelantah.
“Kalau rinciannya, empat Bumdes itu yakni Bumdes Gondosuli sebagai pemasok ikan lele filet, Bumdes Bangoan menyediakan gas LPG dan telur ayam, Bumdes Tiudan menyuplai sayuran, dan Bumdes Boyolangu mengelola limbah minyak jelantah,” jelasnya.
Sarasehan Ngaji Budaya, Ketika Kesenian Jombang Kian Terlupakan
Dengan adanya Bumdes yang telah bermitra, Wahyu menegaskan bahwa peluang bagi Bumdes lain untuk turut serta masih terbuka, tergantung pada kebutuhan dapur MBG. Ia pun optimis bahwa jumlah Bumdes yang berpartisipasi akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
“Sementara masih empat Bumdes yang berkolaborasi. Tidak menutup kemungkinan akan bertambah seiring berjalannya waktu,” tutupnya.





