NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Sekitar 2.827 penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk terimbas penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cangkringan, Kecamatan Nganjuk. Penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menangguhkan operasional 17 SPPG di Jawa Timur.
Penangguhan dilakukan setelah ditemukan ketidaksesuaian standar menu MBG selama bulan Ramadan di sejumlah titik.
Ketua Satgas MBG Nganjuk, Judi Ernanto, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyesuaian dan verifikasi data terkait jumlah pasti penerima manfaat yang terdampak langsung akibat penutupan SPPG Cangkringan.
“Untuk jumlah detail penerima manfaat dari SPPG Cangkringan masih kami sinkronkan. Nanti akan kami perbarui datanya,” ujar Judi saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Baca juga : Kunjungan ke Nganjuk, Mensos Tegaskan 96,8 Juta Jiwa Terlindungi PBI dan Data Terus Dimutakhirkan
Di tengah penutupan SPPG yang melayani ribuan penerima tersebut, beredar isu di media sosial mengenai dugaan kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi di wilayah Nganjuk. Namun, Satgas MBG menegaskan bahwa alasan penutupan di Cangkringan berbeda dengan kasus suspend di daerah lain yang berkaitan dengan mutu makanan.
Judi memastikan hingga kini belum ada laporan resmi terkait menu yang tidak sesuai standar di Nganjuk. Meski demikian, pengawasan tetap diperketat guna mengantisipasi potensi pelanggaran.
“Setiap ada informasi yang beredar, Satgas MBG Pemda Nganjuk langsung melakukan klarifikasi untuk memastikan kebenarannya,” tegasnya.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





