TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung tetap berjalan selama bulan Ramadan. Namun, terdapat penyesuaian pada jenis menu yang dibagikan, dengan prioritas pada makanan kering agar lebih tahan lama hingga waktu berbuka.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardika, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 145 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tetap melayani distribusi MBG bagi penerima manfaat, seperti pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Dari sisi jadwal, distribusi tidak mengalami perubahan, yakni pagi pukul 08.00–09.00 WIB dan siang pukul 11.00–12.00 WIB. Meski demikian, waktu penyaluran dapat disesuaikan berdasarkan koordinasi antara titik penerima manfaat seperti posyandu, sekolah, dan balai desa dengan masing-masing SPPG.
“Setiap titik penerima bisa berkoordinasi dengan SPPG penyedia untuk menentukan waktu distribusi yang paling sesuai,” ujar Sebrina, Kamis (19/2/2026).
Baca juga : Pemkab Kediri Gelar Sholat Tarawih Selama Bulan Puasa
Selama Ramadan, menu MBG mengikuti rekomendasi BGN berupa Makanan Kemasan Sehat MBG, yang secara teknis merupakan makanan kering. Menu tersebut diproduksi dan dikemas oleh masing-masing SPPG sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk memperhatikan aspek keamanan pangan seperti masa kedaluwarsa, perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta kecukupan gizi.
“Menu yang disalurkan pada Ramadan ini berupa makanan kering agar lebih awet hingga dikonsumsi saat berbuka. Makanan basah tidak direkomendasikan,” jelasnya.
Beberapa menu yang dianjurkan antara lain telur asin, abon, dendeng sapi kering, buah-buahan, kurma, serta makanan lokal lainnya yang memenuhi standar mutu dan keamanan. Sebaliknya, BGN tidak merekomendasikan makanan yang mudah basi, bercita rasa pedas, maupun produk Ultra Processed Food (UPF) karena berisiko menimbulkan gangguan pencernaan jika dikonsumsi setelah jeda waktu cukup lama.
Baca juga : Disparbud Kabupaten Kediri Boyongan ke Kantor Baru di Kompleks Museum Sri Aji Joyoboyo
Penggunaan nasi putih juga tidak dianjurkan selama Ramadan. Menu MBG yang dibagikan difokuskan pada lauk, buah, dan susu agar tetap aman serta bernilai gizi bagi para penerima manfaat.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





