Kediri, LINGKARWILIS.COM β Wakil Bupati Kediri, Hj. Dewi Maria Ulfa, menghadiri Ikrar Pelajar Kabupaten Kediri yang berlangsung di SMK Negeri 1 Ngasem, Jumat (7/3) pagi.
Acara ini menjadi momen penting bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA, untuk meneguhkan komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkarakter.
Turut hadir dalam kegiatan ini Dr. Mohamad Muhsin, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri, Sidik Purnama, Kepala Bidang SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur di Kabupaten Kediri, serta Mohamad Ilmi, Kepala SMK Negeri 1 Ngasem.
Dalam sambutannya, Wabup Dewi mengajak seluruh pelajar untuk benar-benar menghayati dan menjalankan makna ikrar, yang bertujuan menjauhkan diri dari berbagai tindakan negatif, seperti narkoba, kekerasan, perundungan, dan bermain petasan. Selain itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan toleransi dan saling menghargai selama bulan Ramadan.
Baca juga :Β Tadarusan di Masjid Khalimatus Hakim, Kediri, Berlangsung Khidmat, Peserta dari Anak-Anak hingga Lansia
“Patuhilah dan pegang erat ikrar ini agar lahir generasi pelajar yang berkualitas. Jauhi perundungan, narkoba, dan kekerasan. Jangan bermain petasan, perbanyak ibadah, serta tingkatkan ilmu pengetahuan di bulan puasa ini,” pesannya.
Senada dengan Wabup, Dr. Muhamad Muhsin menegaskan bahwa para pelajar di Kabupaten Kediri harus memiliki tekad kuat untuk menjauhi narkoba, kekerasan, perundungan, serta pergaulan bebas.
Ia juga mengapresiasi ikrar ini sebagai langkah strategis dalam membangun nilai kebersamaan dan kemajuan pendidikan di daerah tersebut.
Baca juga :Β Pemkab Ponorogo Siapkan Operasi Pasar, Cegah Lonjakan Harga Jelang Hari Raya
“Ikrar ini merupakan bentuk penguatan nilai kebersamaan di bulan Ramadan. Pelajar harus menjadi pelopor kemajuan pendidikan dan menjadikan Kabupaten Kediri sebagai daerah yang bebas dari kekerasan selamanya,” ujarnya.
Muhsin juga mengingatkan bahwa bulan suci ini menjadi kesempatan untuk introspeksi diri, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan.
Menurutnya, Ramadan bisa menjadi ajang pembentukan karakter, sehingga para pelajar dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dan memiliki citra positif.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





