LINGKARWILIS.COM -Upaya pemerintah dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tulungagung masih menghadapi tantangan. Meski angka kemiskinan ekstrem sempat dinyatakan nol persen pada 2024, kenyataannya masih terdapat warga yang masuk dalam kategori tersebut.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Lijamsos) Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung, Teguh Abianto, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengajukan Peraturan Bupati (Perbup) khusus untuk menekan angka kemiskinan. Meskipun data resmi mencatat nol persen, temuan di lapangan menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang tergolong miskin ekstrem.
“Petugas kami di lapangan terus melakukan pendataan terkait angka kemiskinan, dan ternyata masih ada masyarakat yang tergolong miskin ekstrem, meski datanya sangat kecil,” ujar Teguh, Selasa (11/3/2025).
Berdasarkan data tahun 2024, terdapat 818 jiwa di Tulungagung yang masih masuk kategori miskin ekstrem. Sementara itu, pada 2023, jumlahnya mencapai 1.900 jiwa. Untuk tahun 2025, Dinsos menargetkan pendataan dan penanganan terhadap 1.040 jiwa yang masih berada dalam kondisi serupa.
Laris Manis! Minyak Wangi Jadi Buruan Warga Jombang Selama Ramadan
Menurut Teguh, ketidakakuratan dalam pendataan di tingkat desa menjadi salah satu penyebab masih adanya warga miskin yang belum terjangkau program bantuan. “Sebagai contoh, angka kemiskinan makro juga tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ini menunjukkan bahwa pendataan yang dilakukan di tingkat desa kurang akurat,” jelasnya.
Dalam upaya pengentasan kemiskinan, Pemkab Tulungagung tengah menggodok berbagai program bantuan. Namun, keterbatasan anggaran serta refocusing dana pada 2025 menjadi kendala utama dalam pelaksanaannya.
Teguh mengungkapkan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan kemiskinan cukup besar. Dengan asumsi bantuan sebesar Rp 200 ribu per jiwa, dibutuhkan sekitar Rp 6 miliar untuk membantu 200 jiwa selama lima bulan.
“Penyalurannya kita tunggu Perbup. Kami juga masih mengajukan permohonan. Semua kegiatan harus ada Perbup dulu. Turun mungkin Maret-April,” pungkasnya.





