Kediri, LINGKARWILIS.COM – Car Free Day (CFD) di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, semakin ramai menjelang Idulfitri 1446 H, dengan ribuan pengunjung memadati area untuk berburu kebutuhan Lebaran. Namun, meskipun aktivitas perdagangan terlihat meningkat, para pedagang justru mengeluhkan omzet yang menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Fenomena ini dikenal sebagai Prepekan, yakni masa menjelang Lebaran di mana biasanya dagangan laris manis. Namun, kondisi saat ini tidak sesuai harapan, dengan keuntungan yang lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tidak hanya pedagang buah khas SLG yang merasakan dampaknya, tetapi juga penjual pakaian, kue Lebaran, sembako, peralatan dapur, hingga jasa permainan anak-anak. Mereka semua mengeluhkan penurunan daya beli masyarakat serta faktor cuaca yang kurang bersahabat.
Baca juga : Kantor Imigrasi Kediri Berubah Status, Kini Bisa Lakukan Pemeriksaan Keimigrasian
Solikhin, salah satu pedagang peralatan dapur, menilai bahwa hujan yang sering turun secara tiba-tiba menjadi penyebab utama lesunya penjualan.
“Bukan hanya faktor ekonomi yang sulit, tapi cuaca juga sangat berpengaruh. Hujan yang turun mendadak membuat pembeli terburu-buru dan akhirnya enggan berlama-lama berbelanja,” ujarnya.
Sementara itu, Diana, warga Desa Purwoasri yang berbelanja di CFD SLG, tetap menikmati suasana meskipun cuaca kurang mendukung.
“Saya tetap belanja di sini karena harga lebih murah dan pilihannya banyak. Tapi memang hujan bikin kurang nyaman, soalnya turunnya tidak menentu,” katanya.
Ketidakpastian cuaca serta daya beli masyarakat yang melemah membuat keuntungan pedagang tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, meski pengunjung CFD tetap ramai.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





