LINGKARWILIS.COM – Setiap bulan Ramadhan, suara ledakan petasan seringkali terdengar dimainkan anak-anak setelah pulang sholat Tarawih ataupun ketika waktu luang bersama teman.
Bagi sebagian masyarakat, petasan menjadi bagian dari tradisi untuk memeriahkan suasana Ramadhan ataupun Lebaran, tetapi dibalik keceriaan menyimpan risiko besar yang kerap diabaikan.
Setiap tahunnya. ada saja korban dari ledakan petasan dari yang mengalami luka bakar, cedera serius. kebakaran hingga meninggal dunia.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, menjelaskan bahwa insiden terjadi pada Sabtu (22/3) pagi di Bulak Batang Cilik, Tambakrejo, Tempel, Sleman. NGF bersama teman-temannya membawa petasan yang dibeli secara online melalui media sosial TikTok seharga Rp25.000 per ons.
Ketika mencoba menyalakan petasan, sumbunya tiba-tiba terlepas. Saat NGF berusaha memperbaikinya, petasan justru meledak di tangannya. Ledakan tersebut menyebabkan ibu jarinya patah, jari telunjuk mengalami putus pembuluh darah, serta luka jahitan di beberapa bagian tangan yang bengkak dan lecet.
Warga yang mengetahui kejadian ini segera melapor ke Polsek Tempel, yang kemudian menindaklanjuti insiden tersebut.
2 Tiga Remaja di Cilacap Luka Serius
Tiga remaja laki-laki di Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, mengalami luka bakar serius setelah petasan rakitan mereka meledak. Insiden ini terjadi pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 15.30 WIB di pekarangan belakang rumah salah satu warga di Desa Gandrung Manis.
Menurut Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo, ketiga bocah berusia 13 tahun tersebut mencoba merakit petasan dengan memasukkan bubuk peledak ke dalam batang bambu. Namun, tanpa disadari, salah satu dari mereka menyalakan api di dekatnya, memicu ledakan dahsyat yang melukai mereka.
Ledakan keras tersebut mengagetkan warga sekitar yang segera bergegas ke lokasi. Menemukan para korban dalam kondisi terluka parah, warga langsung membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
3 Lima Bocah di Malang Luka Bakar
Lima anak di Kota Malang, Jawa Timur, mengalami luka bakar akibat ledakan petasan rakitan di Jalan Ikan Piranha Atas, Kecamatan Lowokwaru, pada Kamis (20/3) siang. Ledakan terjadi saat mereka tengah meracik serbuk petasan yang diduga dibeli secara online.
Korban yang berusia antara 11 hingga 14 tahun mengalami berbagai luka, mulai dari goresan kaca hingga luka bakar ringan di beberapa bagian tubuh. Ledakan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada kaca dan plafon rumah warga sekitar.
Menurut keterangan, insiden ini terjadi setelah seorang anak yang berada di lokasi menyalakan korek api di dekat serbuk petasan, memicu ledakan yang melukai kelima korban.
4 Ledakan Petasan di Kediri Hancurkan Rumah
Sebuah ledakan petasan menyebabkan kehancuran satu rumah dan melukai seorang warga di Dusun Pujomarto, Desa Ketawang, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, pada Senin (24/3/2025).
Kapolsek Purwoasri, AKP Irfan Widodo, mengonfirmasi bahwa korban berinisial AN (32) mengalami luka bakar serius dan saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK).
Berdasarkan keterangan saksi, insiden terjadi saat korban diduga tengah mengisi bubuk petasan ke dalam selongsong di ruang tamu. Saat ia menekan ujung selongsong agar tertutup, tiba-tiba petasan tersebut meledak, menghancurkan rumah dan melukai korban.
5 Bocah 10 Tahun di Bogor Tewas
Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun di Kampung Keroncong, Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, tewas akibat ledakan petasan rakitan berbahan spiritus pada Rabu (5/3/2025) sore. Korban, berinisial MA, meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka bakar yang menyebar di sekujur tubuhnya.
Kapolsek Cibungbulang, Komisaris Heri Hermawan, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban meminta petasan spiritus dari saksi berinisial SMS (13), yang telah merakitnya menggunakan kaleng susu bekas. Tak lama setelah menerima petasan, korban menyalakannya di belakang rumah saksi, hingga ledakan besar terjadi.
Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka bakar yang parah.
Serangkaian insiden ledakan petasan di berbagai daerah di Indonesia pada tahun 2025 menjadi peringatan serius akan bahaya permainan ini. Dari anak-anak hingga orang dewasa menjadi korban, dengan luka-luka serius, rumah yang hancur, hingga kehilangan nyawa.
Petasan bukan hanya sekadar hiburan, tetapi dapat menjadi ancaman nyata jika tidak digunakan dengan bijak. Maraknya perakitan petasan secara mandiri, ditambah dengan kemudahan akses bahan peledak yang diperjualbelikan secara daring, semakin memperbesar risiko ledakan yang tak terkendali.
Pihak kepolisian dan pemerintah perlu meningkatkan pengawasan terhadap peredaran bahan baku petasan serta mengedukasi masyarakat tentang bahaya penggunaannya. Para orang tua juga memiliki peran penting dalam mengawasi anak-anak agar tidak bermain dengan benda berbahaya ini.
Editor: Shadinta Aulia SAnjaya





