LINGKARWILIS.COM – Kota Batu mencatatkan perkembangan positif dalam upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga Maret 2025, jumlah kasus tercatat sebanyak 42, mengalami penurunan hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 84 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penanganan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menjelaskan bahwa sepanjang tiga bulan pertama 2025, jumlah kasus tercatat relatif stabil. Rinciannya, terdapat 16 kasus pada Januari, 10 kasus di Februari, dan kembali naik menjadi 16 kasus pada Maret.
“Sebagai perbandingan, pada Maret 2024, Kota Batu mencatat lonjakan hingga 84 kasus, termasuk dua kematian yang disebabkan murni oleh DBD. Lonjakan ini menjadikan beberapa wilayah seperti Kelurahan Temas dan Desa Punten masuk dalam zona merah kala itu,” ujarnya, Selasa (15/04).
Rumah Budaya Rindu Ricat Gandeng BNN Kota Kediri, Seni Jadi Wadah Edukasi Antinarkoba
Meski angka kasus tahun ini jauh lebih rendah, Dinkes tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak mengendurkan kewaspadaan. Upaya pencegahan harus terus dilakukan secara konsisten agar tren penurunan dapat dipertahankan.
Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus—yang mencakup kegiatan menguras, menutup, dan mendaur ulang—masih menjadi strategi utama dalam memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penularan DBD.
“PSN 3M Plus sebaiknya dilakukan minimal satu kali dalam seminggu. Ini adalah langkah paling efektif, aman, dan murah untuk mengendalikan penyebaran DBD,” pungkasnya.





