Batu, LINGKARWILIS.COM – Usia senja tak menyurutkan semangat ibadah Dewi Marijah. Di usianya yang ke-85 tahun, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini tercatat sebagai calon jemaah haji tertua di wilayahnya tahun 2026.
Perempuan kelahiran April 1941 itu telah menanti momen ini sejak mendaftar haji pada 2018. Kini, penantian panjang tersebut berbuah kesempatan berangkat ke Tanah Suci, dengan prioritas keberangkatan karena faktor usia.
Meski kemampuan penglihatan dan pendengarannya mulai menurun, Dewi Marijah tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat. Ia masih rutin merawat kebun bunga miliknya di Sidomulyo kawasan yang dikenal sebagai sentra tanaman hias di Kota Batu.
“Yang penting sehat,” ujarnya sederhana saat ditemui di kediamannya, Rabu (15/4/2026).
Baca juga : Kunker ke Mapolsek Papar, Kapolres Kediri Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik
Kesederhanaan menjadi prinsip hidup yang ia pegang teguh. Hari-harinya diisi dengan merawat bunga, pekerjaan yang telah dilakoni selama puluhan tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
Perjalanan menuju Tanah Suci pun menyimpan kisah haru. Biaya keberangkatan sebagian besar merupakan dukungan dari anak-anaknya. Dari enam orang anak, salah satunya anggota marinir yang pernah bertugas di Sudan turut membantu mewujudkan impian sang ibu.
Salah satu putrinya, Siti Rohmah, yang juga akan mendampingi selama perjalanan, mengungkapkan bahwa ibunya telah lama memendam keinginan untuk berhaji.
“Dulu sudah pernah umrah, tapi keinginan berhaji selalu ada. Alhamdulillah, sekarang bisa terwujud,” tuturnya.
Dewi Marijah dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026. Menjelang keberangkatan, ia rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi sebagai bagian dari persiapan.
Baca juga : Tasyakuran Ulang Tahun Personel Polres Kediri, Perkuat Soliditas dan Kebersamaan
Kisahnya menjadi potret keteguhan hati seorang ibu yang tak pernah lelah berharap. Dari kebun bunga sederhana di Sidomulyo, doa-doa dipanjatkan hingga akhirnya mengantarkannya menuju Tanah Suci.
Di usia yang tak lagi muda, Dewi Marijah membuktikan bahwa panggilan ibadah bisa datang kapan saja dan tidak pernah mengenal kata terlambat.***
Reporter : Arief Prabowo
Editor : Hadiyin





