LINGKARWILIS.COM – Masih berusia 14 tahun, Atha Sifa Salsabella telah membuktikan kemampuannya sebagai pelari muda berbakat.
Siswi kelas 8 SMP Negeri 3 Jombang ini sukses menyabet juara kedua dalam lomba lari 10 kilometer kategori pelajar se-Jawa pada ajang East Java Running Fest Chapter Madiun yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Pulau Jawa.
Meski bertubuh mungil, Atha menunjukkan keunggulannya dengan mencatatkan waktu finis yang impresif. Prestasi tersebut menjadi lanjutan dari pencapaiannya sebelumnya, ketika ia meraih posisi ketiga dalam ajang serupa yang digelar di Chapter Kediri.
Perjalanan Atha di dunia atletik dimulai sejak duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Awalnya ia tertarik pada nomor lari jarak pendek 100 meter tetapi seiring waktu dan arahan dari pelatih, ia mulai mengalihkan fokus ke nomor jarak menengah dan jauh seperti 5K dan 10K yang dinilainya lebih menantang dan memacu semangatnya.
Modus Janjikan Masuk Kejaksaan, Jaksa Gadungan Asal Surabaya Terjaring OTT di Jombang
Untuk tampil kompetitif di tingkat regional, Atha menjalani rutinitas latihan yang ketat. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah dan sepulang belajar, ia menyempatkan diri untuk berlatih.
Bahkan di akhir pekan, waktu senggangnya tetap diisi dengan latihan fisik, baik di lintasan lari maupun di jalanan desa. Komitmen pada pola latihan ini juga ia imbangi dengan menjaga pola makan, istirahat, serta disiplin yang tinggi.
Dukungan penuh dari pelatih, keluarga, dan orang-orang terdekat menjadi kekuatan tersendiri bagi Atha. Ia mengandalkan bimbingan pelatih yang intens, dukungan moral dari sang ayah, serta kehadiran sang kakak yang setia menemani setiap kali ia mengikuti lomba.
Penemuan Tiga Benda Diduga Mortir Gegerkan Warga Jombang, Malah Dibawa Pulang Usai Mancing!
Rangkaian prestasi Atha selama ini cukup mencolok di usianya. Selain keberhasilannya di Madiun dan Kediri, ia tercatat pernah menjadi juara pertama nomor sprint 100 meter dalam Kejurda 2022, juara dua lari 800 meter di Kejurda 2024, serta juara pertama 800 meter dan juara kedua 1.500 meter di ajang POBKAP Jombang.
Dengan sederet pencapaian tersebut, Atha tak lantas berpuas diri. Sebaliknya, ia semakin berambisi untuk menembus level yang lebih tinggi, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional, bahkan menargetkan bisa tampil dalam ajang bergengsi seperti PON dan kejuaraan internasional.
Sebagai remaja dari desa kecil di Kecamatan Peterongan, Atha ingin membuktikan bahwa bakat dan kerja keras mampu membuka jalan menuju kesuksesan. Ia juga mendorong anak-anak seusianya untuk tidak ragu menggali potensi diri sejak dini dan berani bermimpi besar. (st2)
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya
